Advertisement

Demokrat Curigai Operasi Politik di Balik Wacana Jokowi 3 Periode

Surya Dua Artha Simanjuntak
Jum'at, 02 September 2022 - 13:47 WIB
Budi Cahyana
Demokrat Curigai Operasi Politik di Balik Wacana Jokowi 3 Periode Presiden Joko Widodo - Antara/Galih Pradipta

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA —Partai Demokrat mencurigai operasi politik di balik wacana Joko Widodo menjadi Presiden Indonesia selama tiga periode. Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menuding wacana tiga periode Presiden Joko Widodo (Jokowi) sengaja terus dihidupkan oleh elite politik dalam pemerintahan.

"Ini menjadi operasi politik mendesepsi publik yang dilakukan elite-elite di lingkaran dalam kekuasaan untuk melanggengkan kekuasaan," ungkap Kamhar dalam keterangan tertulis, Kamis (1/9/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menurut Kamhar, mulanya wacana Jokowi tiga periode bermula dari orang-orang dekat Jokowi. Apalagi, lanjutnya, wacana tersebut makin ditegaskan oleh Luhut Binsar Panjaitan yang notabenenya seorang menteri. 

Untungnya, jelas Kamhar, banyak elemen masyarakat yang menolak wacana tiga periode tersebut.

Dia merujuk survei SMRC pada Juli lalu yang menunjukkan 73% responden menyatakan penolakan perubahan masa jabatan presiden dan hanya 5 persen yang ingin presiden lebih dari dua periode.

"Jadi sebaiknya kelompok relawan membuang jauh-jauh keinginan perpanjangan masa jabatan presiden ini. Tak hanya bertentangan dengan aspirasi rakyat, ini juga bentuk nyata pengkhianatan amanat reformasi," lanjutnya.

Dia juga berharap Jokowi merespons secara tegas wacana tersebut. Menurutnya, keliru jika presiden membiarkan wacana tiga periode terus bergulir atas nama demokrasi sebab tak sesuai dengan semangat reformasi 1998.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan tak akan melarang wacana tiga periode sebab merupakan bagian dari kehidupan berdemokrasi. Menurutnya, wacana tersebut tak berbeda dengan wacana presiden mundur atau diganti.

Pernyataan terlontar setelah para sukarelawannya mengklaim rakyat masih ingin Jokowi menjabat jadi presiden.

Dalam hasil pungutan suara dalam forum Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia yang digelar pada Minggu (28/8/2022), Jokowi berada di urutan pertama sebagai calon presiden harapan rakyat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI-Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat 3 Februari 2023

Jogja
| Jum'at, 03 Februari 2023, 07:37 WIB

Advertisement

alt

Traveloka Dorong Digitalisasi Pariwisata di DIY

Wisata
| Kamis, 02 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement