Advertisement

Harga Telur Ayam Meroket, Mendag: Ini karena Afkir Dini dan Program Bansos

Newswire
Rabu, 24 Agustus 2022 - 18:47 WIB
Arief Junianto
Harga Telur Ayam Meroket, Mendag: Ini karena Afkir Dini dan Program Bansos Zulkifli Hasan. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Perilaku afkir dini atau upaya mengurangi produksi indukan yang dilakukan peternak serta program bantuan sosial (bansos) menjadi biang melonjaknya harga telur ayam.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyebutkan afkir dini hingga program bansos yang memengaruhi stok di pedagang merupakan penyebab naiknya harga telur di pasaran.

Berdasarkan pantauan situs resmi Kementerian Perdagangan, tercatat per 24 Agustus 2022 harga telur ayam ras di tingkat eceran mencapai Rp31.000 per kilogram (kg) atau naik sekitar 2,9% dibandingkan sepekan sebelumnya dan naik sekitar 6,1% dibandingkan sebulan sebelumnya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Kemensos kebetulan merapel programnya tiga bulan sekaligus. Telur lagi dibeli. Jadi satu afkir dini, kedua Kemensos bantuan tiga bulan dirapel. Bantuan telurnya banyak, jadi [harga] naik," kata Zulkifli, Rabu (24/8/2022).

BACA JUGA: Perwira Peraih Adhi Makayasa Diperiksa dan Dicopot Gara-Gara Kasus Sambo

Zulkifli menjelaskan bahwa afkir dini dilakukan karena sebelumnya harga telur kian turun menjadi Rp25.000 sampai Rp26.000 per kilogram.

Karena harganya yang terlalu rendah, peternak memutuskan melakukan afkir dini dengan memotong ayam petelur guna mengurangi produksi indukan agar tidak bertelur dan menjadi bibit ayam.

Di saat yang sama, Mendag menilai distribusi telur dalam skala besar untuk program bantuan sosial (bansos) menyebabkan permintaan telur ayam meningkat di pasaran dan berdampak pada kenaikan harga.

Oleh sebab itu, Kementerian Perdagangan segera melakukan pertemuan dengan pelaku usaha pada tingkat peternakan petelur day old chicken (DOC). "Mudah-mudahan 3-4 minggu mendatang sudah mulai turun lagi tapi dengan harga yang wajar. Konsumen beli tidak berat tapi peternaknya tidak rugi," kata Mendag.

Advertisement

Dia menambahkan, idealnya harga telur berada di kisaran Rp28.000 sampai Rp29.000 per kg. Saat ini, rata-rata harga telur ayam ras terendah terjadi di Jambi Rp26.000 per kg, harga tertinggi terjadi di Papua Rp42.000 per kg, sementara di DKI Jakarta mencapai Rp30.700 per kg, dan di DIY harganya Rp29.600 per kg.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Capaian Vaksin Lengkap PMK Sleman Baru Sekitar 16 Persen

Sleman
| Sabtu, 24 September 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement