Advertisement

Keluarga Bharada E Minta Maaf Atas Penembakan, Begini Respons Keluarga Brigadir J

Szalma Fatimarahma
Minggu, 14 Agustus 2022 - 15:07 WIB
Bhekti Suryani
Keluarga Bharada E Minta Maaf Atas Penembakan, Begini Respons Keluarga Brigadir J Kerabat memegang foto almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J saat pemakaman kembali jenazah setelah autopsi ulang di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). Autopsi ulang yang berlangsung selama enam jam itu dilakukan atas permintaan keluarga dalam mencari keadilan dan pengungkapan kasus. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan - nym.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA -- Keluarga Bharada Richard Eliezer alias Bharada E kembali meminta maaf kepada pihak keluarga Brigadir Yosua atau Brigadir J.

Hal ini disampaikan oleh paman Bharada E, Roycke Pudihang dalam sebuah acara di televisi swasta beberapa waktu lalu.

"Kepada Bapak Samuel dan keluarga dengan peristiwa ini kiranya Bapak dan Ibu serta keluarga besar di Jambi dapat menerima permohonan maaf keluarga kami, keluarga Bharada E yang ada di Manado," ucap Roycke dikutip dari YouTube Indonesia Lawyers Club, Minggu (14/8/2022). 

Roycke juga menuturkan bahwa pihaknya masih terus mengikuti perkembangan penyelidikan yang tengah dijalankan oleh pihak berwenang dan akan selalu tunduk terhadap hukum yang berlaku di negera ini. 

Menanggapi hal itu, ayah dari Brigadir J yaitu Samuel Hutabarat mengakui dirinya dan keluarga masih belum dapat menerima permintaan maaf tersebut.

Pasalnya, hingga saat ini, belum ada satupun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan putusan keadilan. 

"Saya tidak mau mendahului pengadilan, belum ada yang dinyatakan bersalah secara hukum. Maka permohonan maaf yang bapak sampaikan, nantilah kami sampaikan lagi sesudah ada keputusan pengadilan," jawab Samuel.

BACA JUGA: Prabowo Nyatakan PKB Ajak Gerindra Berkoalisi pada Pemilu 2024

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J di kediaman dinas Ferdy Sambo di bilangan Jakarta Selatan.

Adapun penetapan tersebut ditetapkan berdasarkan oleh pasal 338 KUHP jo Pasal 55 dan 56 KUHP. Ancaman hukumannya adalah hukuman mati.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Duh, hingga September, Angka Demam Berdarah di Sleman Tembus 236 Kasus

Sleman
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 05:57 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement