Ekspor Juli 2026 Diproyeksi Membaik, Biaya Produksi Jadi Tantangan
Ekspor Indonesia Juli 2026 diproyeksi membaik, tetapi Apindo mengingatkan tekanan biaya produksi masih mengancam pemulihan.
Karyawan melayani nasabah yang akan membuka deposito di Bank Bukopin Syariah, Jakarta, Kamis (11/2/2021). Bisnis/Abdullah Azzam
Harianjogja.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk semakin sadar akan pentingnya memiliki dana darurat dan pentingnya melakukan investasi.
Hal itu tercermin dari minat menabung dan investasi masyarakat Indonesia yang mengalami kenaikan yang cukup pesat dalam 2 tahun terakhir.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dana simpanan masyarakat yang ada di sistem perbankan mengalami pertumbuhan yang baik.
Berdasarkan data per Juni 2022 menunjukkan bahwa simpanan masyarakat mampu tumbuh sebesar 9,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Selain menyimpan data di perbankan, masyarakat juga kian tertarik untuk melakukan investasi di pasar modal. Hal ini terlihat dari jumlah investor pasar modal yang tumbuh pesat selama pandemi.
Purbaya mengungkapkan per Juli 2022, jumlah investor Indonesia mencapai 9,3 juta investor. Peningkatan ini terjadi di semua jenis investor, baik investor saham, investor reksa dana, maupun investor SBN.
Adapun hal yang menarik perhatian adalah dari sisi demografi, di mana basis investor Indonesia didominasi oleh generasi muda yang berusia di bawah 30 tahun.
BACA JUGA: Mahfud Sebut Ferdy Sambo Menangis di Depan Kompolnas dan Mengaku Dizalimi
“Jumlah investor muda tersebut mencapai 59,4 persen dari total investor individu di Indonesia,” ungkap Purbaya dalam acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) bertajuk “Sustain Habit in Investing, Invest in Sustainable Instruments” secara daring, Jumat (12/8/2022).
Purbaya menekankan dengan adanya data tersebut semakin menegaskan bahwa tren investasi di Indonesia kini semakin inklusif, di mana banyak generasi muda mulai sadar akan investasi.
Selain itu, masyarakat juga disuguhkan dengan beragam opsi, mulai dari produk produk perbankan, seperti tabungan dan deposito, hingga produk-produk investasi di pasar modal, seperti saham dan obligasi.
Namun demikian, Purbaya melihat minat masyarakat yang tinggi untuk berinvestasi terutama pada generasi muda juga perlu dibentengi dengan pemahaman literasi yang baik. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat mengambil investasi sesuai dengan kapasitas risiko yang mampu ditanggungnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Ekspor Indonesia Juli 2026 diproyeksi membaik, tetapi Apindo mengingatkan tekanan biaya produksi masih mengancam pemulihan.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan
Sering cas motor listrik semalaman? Kenali pengaruhnya terhadap baterai, charger, sistem listrik, dan keamanan pengisian.
Spanyol menyepakati larangan penggusuran hingga 2030 setelah kasus Maricarmen Abascal memicu protes terkait krisis perumahan.