Advertisement

Konflik China-AS di Taiwan Bisa Berdampak ke Ekonomi Indonesia

Wibi Pangestu Pratama
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 23:27 WIB
Bhekti Suryani
Konflik China-AS di Taiwan Bisa Berdampak ke Ekonomi Indonesia Pelabuhan Keelung di Keelung, Taiwan, pada Kamis (4/8/2022). Militer China menembakkan rudal ke laut saat memulai tiga hari latihan militer tembakan langsung di sekitar pulau sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi - Bloomberg/Lam Yik Fei

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — PT Bank Permata Tbk. (BNLI) menilai bahwa ketegangan geopolitik di Taiwan bisa berdampak bagi perekonomian Indonesia jika konfliknya terus berlanjut. Aktivitas perdagangan dengan China dan Amerika Serikat bisa terganjal jika konflik itu semakin memanas.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan bahwa Indonesia sudah merasakan dampak konflik geopolitik terhadap perekonomian, yakni dari naiknya harga komoditas, terutama energi dan pangan. Oleh karena itu, munculnya risiko baru di Taiwan patut diwaspadai dampaknya.

"Pada konflik China dan Amerika Serikat di Taiwan, jika ini bereskalasi lebih jauh lagi, maka ini akan semakin menambah efek negatif ke perekonomian," ujar Josua kepada Bisnis, Jumat (5/8/2022).

Menurutnya, efek negatif berpotensi muncul karena China dan Amerika Serikat merupakan mitra dagang utama dari Indonesia. Lalu, Taiwan merupakan salah satu produsen utama semikonduktor di dunia, sehingga posisinya menjadi strategis dalam pusaran konflik.

Josua berpandangan bahwa bisa saja muncul potensi trade diversion yang menguntungkan Indonesia akibat meningkatnya restriksi perdagangan antara China dan Amerika Serikat. Namun, hal itu perlu dikaji lebih jauh.

"Apalagi jika terjadi perang terbuka antara China dan Taiwan, hal ini justru kami perkirakan memiliki dampak lebih buruk, di tengah kelangkaan semikonduktor yang terjadi saat ini," katanya.

Dia menilai bahwa pemerintah harus melakukan upaya ekstra dalam mengurangi ketergantungan bahan baku impor dari luar negeri. Selain itu, untuk mengantisipasi perlambatan dari sisi eksternal, pemerintah juga perlu mengupayakan kebijakan kontrasiklus melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Beberapa konflik geopolitik global saat ini, seperti perang Rusia-Ukraina, dan yang baru-baru ini terjadi antara Amerika Serikat dan China akibat kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat ke Taiwan, berpotensi mempengaruhi kinerja sisi eksternal Indonesia," kata Josua.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Penelitian: Air Hujan di Kota Jogja Tercemar Mikroplastik, Paling Parah di Tugu

Jogja
| Sabtu, 13 Agustus 2022, 12:07 WIB

Advertisement

alt

Menikmati Pemandangan Tujuh Gunung dari Ngablak Magelang

Wisata
| Jum'at, 12 Agustus 2022, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement