8 Juta Orang Teken Petisi, Minta Argentina Dicoret dari Piala Dunia
8 juta tanda tangan tuntut Argentina didiskualifikasi Piala Dunia 2026. Tudingan wasit & FIFA berpihak ke Messi memanas setelah kemenangan kontroversial lawan M
Ilustrasi kapal nelayan./Bisnis Indonesia-Endang Muchtar
Harianjogja.com, PATI — Para nelayan di Pati, Jawa Tengah dengan ratusan kapalnya tak melaut karena biaya operasional mahal menyusul tingginya harga solar, sedangkan hasil melaut minim.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pati Rasmijan mengatakan, jumlah kapal nelayan yang tidak melaut hingga saat ini mencapai 500-an unit.
Salah satu penyebabnya, kata dia, biaya operasional melaut yang mahal, terutama solar nonsubsidi yang mencapai Rp16.500 per liter, sedangkan kebutuhan sekali melaut bisa mencapai ratusan ribu liter.
Ia mencontohkan persediaan solar untuk melaut dengan tujuan laut di Papua bisa mencapai 1.000 drum dengan kapasitas 200 liter per drum. Namun, hasil melaut ternyata tidak sesuai harapan.
Untuk itulah, kata dia, banyak nelayan memilih tidak melaut, ketika melihat teman nelayan lain yang mencoba melaut ternyata tidak mendapatkan hasil memuaskan.
Permasalahan lain yang semakin memberatkan para nelayan, kata dia, kenaikan pungutan hasil perikanan (PHP).
"Nelayan juga masih dihadapkan dengan aturan lain terkait pengurusan persyaratan melaut yang sampai sekarang masih ada permasalahan yang belum bisa terselesaikan dengan cepat," ujarnya, dikutip dari Antara, Selasa (12/7/2022).
Untuk itu, para nelayan di Kabupaten Pati berencana mengajukan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat, di antaranya soal harga solar agar diturunkan serta kemudahan dalam pengurusan surat-surat kelengkapan untuk melaut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
8 juta tanda tangan tuntut Argentina didiskualifikasi Piala Dunia 2026. Tudingan wasit & FIFA berpihak ke Messi memanas setelah kemenangan kontroversial lawan M
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Ketahanan keluarga bukan sekadar masalah kokohnya fisik bangunan rumah (house), tetapi lebih pada soal kenyamanan dan interaksi hangat di dalamnya (home)
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Saparan Bekakak, rekayasa lalu lintas, Jalan Wates, Gamping, Polresta Sleman, jalan alternatif, Bandara YIA, macet Gamping, kirab Saparan Bek