Advertisement
Masyarakat Kota Solo Sambut Antusias Konversi Kompor Induksi
Penggunaan kompor listrik untuk kebutuhan rumah tangga - Ist
Advertisement
Surakarta, 6 Juli 2022 - PLN terus menggencarkan penggunaan kompor induksi di masyarakat, salah satunya melalui program konversi kompor gas ke kompor induksi.
Hadirnya program ini disambut antusias oleh para penerima bantuan kompor induksi gratis termasuk Sukarti, warga Dusun Mojo, Surakarta.
Advertisement
“Saya salah satu penerima manfaat kompor induksi, ini adalah kali pertama saya memakai kompor induksi, ternyata cepat panas, dan irit, selain itu penggunaan juga gampang dan mudah dibersihkan,” ungkap Sukarti.
Lebih lanjut Sukarti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN, ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat bagi para penerima bantuan.
Konversi kompor LPG ke kompor induksi ini merupakan wujud andil PLN dalam menjalankan program pemerintah terkait pengurangan impor gas LPG yang akan berimbas kepada penghematan APBN.
Pilot project konversi kompor LPG ke kompor induksi ini dilaksanakan di dua lokasi yaitu Surakarta dan Bali Selatan dengan menyasar kepada masing-masing 1.000 Keluarga Penerima Manfaat dengan golongan daya listrik 450 VA dan 900 VA.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta, Joko Hadi Widayat mengatakan untuk mendukung kesuksesan program tersebut di Surakarta, PLN menggandeng Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dalam melakukan survei dan sosialisasi kepada 1.000 penerima bantuan yang masuk dalam kategori DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), selain itu program tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah.
“Program konversi LPG menjadi kompor induksi ini mendapatkan dukungan dari pemerintah Kota Surakarta dan dalam tahapan pelaksanaannya PLN bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret melalui LPPM dalam rangka melakukan survei, sosialisasi, pembagian kompor, dan pendampingan,” terang Joko.
Bagi masyarakat yang termasuk ke dalam DTKS penerima manfaat, petugas dari PLN dan UNS akan datang mensurvei untuk dimasukan ke dalam aplikasi.
“Kami mengharapakan semoga program ini dapat diterima oleh masyarakat, karena selain bermanfaat untuk menghemat pengeluaran rumah tangga dan mendukung aktivitas kehidupan sehari - hari, juga memberikan peran untuk menjadikan lingkungan menjadi lebih bersih,” pungkas Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kantor Diduga Scam di Sleman Tutup Usai Penggerebekan Polisi
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- Kebakaran di Jogja Turun Sepanjang 2025, Evakuasi Naik
- Musda Molor, Perebutan Ketua Golkar Gunungkidul Memanas
- The Alana Yogyakarta Rayakan Tahun Baru dengan Jogja Ethnic Glam
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
- Mojave Camper Van Ultra-Premium Berbasis Sprinter Rp7,7 Miliar
- Kasus Mafia TKD Inkrah, Lurah Sampang Gedangsari Resmi Dipecat
Advertisement
Advertisement



