Advertisement

KPK Ngotot Firli Bahuri Tak Pernah Temui Novel Baswedan di Toilet

Setyo Aji Harjanto
Senin, 04 Juli 2022 - 16:37 WIB
Bhekti Suryani
KPK Ngotot Firli Bahuri Tak Pernah Temui Novel Baswedan di Toilet Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri/Antara - HO/Humas KPK

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pernyataan eks Penyidik Novel Baswedan yang menyebut Ketua KPK Firli Bahuri, merasa terserang setelah OTT eks Menteri KKP Edhy Prabowo.

KPK menegaskan tak pernah ada pertemuan antara Novel dengan Firli pada 25 November 2020 di toilet.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri memastikan Firli sedang ke Kalimantan Utara pada 25 November 2020.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Kami sudah jelaskan, bila OTT perkara di KKP itu tanggal 25 November 2020 dan ketua KPK saat itu sedang dinas ke Kalimantan Utara," kata Ali kepada wartawan, Senin (4/7/2022).

Ali juga memastikan dalam dokumen berita acara, ekspose perkara KKP dilaksanakan pada 25 November 2020 dan bertepatan dengan kepergian Firli ke Kalimantan Utara.

Gelar perkara, lanjut Ali, dilaksanakan pada sore hari dan tidak dihadiri oleh Firli.

"Malam harinya KPK menggelar Konpers di gedung juang KPK yang dihadiri pimpinan Nawawi Pamolango dan Karyoto selaku deputi penindakan," katanya.

Lebih lanjut, Ali meminta agar tak ada lagi pihak yang membangun opini yang kontraproduktif dengan kerja pemberantasa korupsi.

"Pekerjaan pemberantasan korupsi masih panjang sehingga kami berharap agar tidak ada lagi pihak-pihak yang sengaja membangun opini yang justru kontraproduktif dengan upaya-upaya pemberantasan korupsi yang sedang kita lakukan bersama-sama ini," katanya.

Advertisement

Sebelumnya, Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut Ketua KPK Firli Bahuri merasa 'terserang', setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap eks Menteri KKP Edhy Prabowi.

BACA JUGA: Menunggu Oleh-Oleh dari Jemaah Haji? Sabar, Biaya Pengirimannya sampai 2 Bulan

Novel menyebut Firli mengungkapkan hal tersebut setelah gelar perkara kasus suap izin ekspor benih lobster pada 25 November 2020.

Advertisement

"Pernyataan dari Firli tersebut, yang bersangkutan merasa bahwa adanya OTT tersebut menyerang yang bersangkutan," kata Novel saat dikonfirmasi, Senin (4/7/2022).

Novel mengatakan setelah OTT Edhy Prabowo, tak lama OTT Eks Mensos Juliari Batubara dan penyidikan kasus suap pajak. Proses OTT kedua menteri dan pengungkapan kasus suap pajak, kata Novel, itu berkaitan erat dengan adanya tes wawasan kebangsaan (TWK).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca DIY: Berpotensi Hujan, Awas Angin Kencang dan Petir!

Jogja
| Kamis, 06 Oktober 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement