Advertisement
Ini Ciri-Ciri Hewan Kurban yang Terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku
Ilustrasi hewan kurban - Antara/Fauzan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Ibadah kurban pada tahun ini dibayangi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Simak ciri-ciri hewan ternak atau hewan kurban yang terinfeksi PMK.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menetapkan fatwa bahwa hewan ternak, seperti sapi dan kambing, yang terkena PMK dengan gejala klinis yang berat tidak sah untuk dijadikan hewan kurban. Hal itu disampaikan Ketua Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh pada konferensi pers terkait Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022.
Advertisement
“Hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis kategori berat seperti lepuh pada kuku hingga terlepas dan/atau menyebabkan pincang atau tidak bisa berjalan serta menyebabkan sangat kurus, hukumnya tidak sah dijadikan hewan kurban,” jelasnya dalam keterangan resmi yang dikutip, Senin (20/6/2022).
Namun, hewan ternak tersebut dapat dikurbankan apabila sudah dinyatakan sembuh sebelum Hari Raya IdulAdha. Mengutip dari Mui.or.id pada Senin (20/6/2022), Asrorun Niam juga menambahkan apabila hewan ternak yang memiliki gejala PMK ringan juga masih bisa dijadikan hewan kurban.
Kementrian Pertanian juga memberikan solusi untuk pemberantasan PMK ini dengan cara, melakukan pencegahan PMK dengan membatasi kontak antar hewan atau dengan karantina bagi hewan ternak yang sudah tertular.
Terakhir, menghentikan sirkulasi/produksi virus yang menyebabkan PMK di lingkungan hewan ternak dengan pemberian desinfeksi pada kandang dan meningkatkan imunitas atau kekebalan hewan ternak.
Nah, untuk itu kenali ciri-ciri gejala hewan ternak yang terinfeksi PMK dari Kementrian Pertanian dalam unggahan postingan Instagram resmi pada Minggu (12/6/2022).
Ciri-ciri Hewan Ternak atau Kurban yang Terinfeksi PMK
Gejala PMK pada domba dan kambing
- Melepuh pada sekitar gusi, lidah, rongga mulut dan bibir
- Keluar air liur berlebihan (hipervilasi)
- Kemtian pada hewan muda
- Lesi kurang terlihat atau lesi pada kaki tidak terlihat
Gejala PMK pada sapi
- Demam sampai 41 derajat dan menggigil
- Tidak nafsu makan
- Penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah 2-3 hari
- Keluar air liur berlebihan dan berbusa di lantai kandang
- Saliva terlihat menggantung
- Hewan terlihat lemas
- Kuku terluka dan lepas
- Menggeratakan gigi, menggosokkan mulut dan suka menendang kaki
- Memiliki komplikasi berupa erosi pada lidah
- Penurunan produksi permanen
- Mengalami kematian pada hewan muda
- Kehilangan berat badan secara permanen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
- Emergency Alert Abu Dhabi Berakhir, UEA Nyatakan Situasi Aman
- Jadi Sorotan Publik, Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 M
Advertisement
Beli Wajib Pakai KTP, Stok Gas Melon di Gunungkidul Dipastikan Aman
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Mudik Lebaran 2026, Ini 46 Titik Macet Jateng-DIY
- KUHP Baru Berlaku, Belum Ada Vonis Kerja Sosial di Gunungkidul
- Jadwal Bola 1-2 Maret 2026: Derby London dan Serie A
- 14.597 PBI JK Dinonaktifkan, APBD Kulonprogo Turun Tangan
- Tanpa Aplikasi Tambahan, Ini Cara Cek Kontak Favorit Anak di WhatsApp
- Volvo EX30 Meluncur, Produksi Pindah ke Eropa
- Suporter Leeds Cemooh Jeda Iftar, Guardiola Murka
Advertisement
Advertisement







