Advertisement
Viral! Ada Kuburan Internet Explorer di Korea Selatan
Kuburan internet explorer di Korea Selatan yang viral di media sosial
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Untuk menghormati "kematian" browser internet explorer, sebuah batu nisan yang ditandai dengan logo tanda tangan "e" dibangun di sebuah kafe di Gyeongju Korea Selatan.
Makam itu, dibuat oleh insinyur Kiyoung Jung, 38.
Advertisement
"Dia adalah alat yang bagus untuk mengunduh peramban lain," tulisan di batu nisan itu berbunyi.
Gambar batu nisan itu menjadi viral di media sosial, dengan pengguna situs media sosial Reddit meng-upvoting puluhan ribu kali.
Dilansir dari Channel News Asia, Internet Explorer selalu dicerca dalam beberapa tahun terakhir karena kelambatan dan gangguannya.
Namun di Korea Selatan, perbankan dan belanja online diwajibkan memakainya hingga sekitar tahun 2014, karena semua aktivitas online mengharuskan situs untuk menggunakan ActiveX - plugin yang dibuat oleh Microsoft.
Baca juga: Setelah Menemani 27 Tahun, Microsoft Hentikan Browser Internet Explorer
Internet explorer akhirnya tetap menjadi browser default untuk banyak situs pemerintah Seoul sampai baru-baru ini, kata laporan lokal.
Situs web Korea Water Resources Corporation dan Korea Expressway Corporation hanya berfungsi dengan baik di IE hingga setidaknya 10 Juni, menurut laporan oleh Maeil Economic Daily.
Sebagai seorang insinyur perangkat lunak dan pengembang Web, Jung mengatakan dia "menderita" di tempat kerja karena masalah kompatibilitas yang melibatkan browser yang sekarang tidak berfungsi.
Jung mengatakan bahwa dia "sangat gembira" dengan pensiunnya IE.
Tapi dia juga mengatakan dia merasa benar-benar nostalgia dan emosional tentang kematian browser, mengingat masa kejayaannya - salah satu alasan dia terinspirasi untuk mendirikan batu nisan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
- PBB Soroti Krisis Kemanusiaan di Timur Tengah
Advertisement
Sampling Takjil di Jogokariyan, Dinkes Jogja Temukan Pewarna Berbahaya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Demi Indonesia Emas 2045, Kasus Stunting Harus Dicegah
- AS Rugi Rp33 Triliun Imbas Serangan Iran, Ini Rinciannya
- Cetak Generasi Unggul, Orang Tua Diminta Cermati Tumbuh Kembang Anak
- Disnakertrans DIY Perketat Pengawasan THR 2026
- Campuran Amla dan Kunyit Bantu Menjaga Jantung Tetap Sehat
- Evaluasi Van Gastel: Disiplin Taktis Jadi Kunci PSIM Curi Poin
- Kaki Bengkak dan Mati Rasa Bisa Jadi Tanda Gangguan Sirkulasi
Advertisement
Advertisement








