Advertisement
Begini Dampak Nyata Perang Rusia Ukraina bagi Indonesia Menurut Data BPS
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono pada rilis data Indeks Harga Konsumen Juni 2021, Kamis (7/1/2021). - BPS
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan perang Rusia dan Ukraina merugikan Indonesia dari sisi perdagangan.
Hal ini tercermin dari perdagangan Indonesia dengan Rusia dan Ukraina yang mencatatkan defisit hingga periode April 2022, yang pada periode tahun lalu masih membukukan neraca perdagangan positif.
Advertisement
Margo menjelaskan, Indonesia pada Januari 2022 masih mencatatkan surplus perdagangan US$11,5 miliar dari Rusia.
Defisit perdagangan mulai tercatat pada Februari 2022 saat perang tereskalasi dan meningkat semakin dalam hingga mencapai US$186,8 miliar. Pada April 2022, defisit tercatat berkurang menjadi US$34 juta.
“Secara kumulatif kalau dibandingkan Januari—April 2022 kita mengalami defisit US$217,2 juta, sedangkan tahun lalu kita dengan Rusia Januari—April surplus US$48,3 juta,” katanya dalam konferensi pers, Selasa (17/5/2022).
Margo mengatakan, hal yang sama terjadi pada perdagangan Indonesia dengan Ukraina. Pada Januari 2022, Indonesia mencatatkan defisit perdagangan dengan Ukraina sebesar US$8,9 juta.
Defisit tersebut terus berkurang dan mencapai US$1,3 juta pada April 2022.
Secara kumulatif atau pada periode Januari—April 2022, Indonesia mencatatkan defisit perdagangan sebesar US$23,3 juta dengan Ukraina.
Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, Indonesia masih mencatatkan surplus perdagangan dari Ukraina sebesar US$69,0 juta.
“Disini terlihat konflik Rusia Ukraina merugikan kita, terlihat neraca perdagangan 4 bulan terakhir kita defisit dengan kedua negara, dibandingkan tahun lalu kita masih mendapatkan surplus dari Ukraina dan Rusia,” jelas Margo.
Sebagaimana diketahui, surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2022 tercatat meningkat tinggi, yaitu mencapai US$7,56 miliar, dan merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Margo menyampaikan, dengan surplus pada April 2022 tersebut, Indonesia telah mencatatkan surplus perdagangan selama 24 bulan secara beruntun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Program Makan Bergizi Pemkab Gunungkidul Serap Ratusan Tenaga Kerja
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Jogja Fashion Week 2026, Akar Budaya Yogyakarta Siap Bergema ke Dunia
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Jumat 13 Februari 2026
- MBG Sleman Saat Ramadan Diawasi Ketat, Wajib Gizi Seimbang
- Galaxy S26 Rilis 25 Februari 2026, Bawa Layar Anti-Spy
- Band Modern Rock 24 Degrees Rilis EP Perjalanan
- Timnas Indonesia U-23 Absen di Asian Games 2026 karena Aturan AFC
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY 13 Februari 2026
Advertisement
Advertisement







