Advertisement

Harga Minyak Goreng Curah Subsidi Masih Mahal, Kebijakan HET Gak Ngaruh

Nyoman Ary Wahyudi
Kamis, 14 April 2022 - 17:27 WIB
Bhekti Suryani
Harga Minyak Goreng Curah Subsidi Masih Mahal, Kebijakan HET Gak Ngaruh Pekerja mengemas minyak goreng curah di Pasar Subuh, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (5/1/2022)./(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi - wsj)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri  Perdagangan Muhammad Lutfi melaporkan harga minyak goreng curah subsidi masih relatif tinggi di pasar tradisional, meski Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah ditetapkan Rp14.000 per liter.

Ketika melakukan pemantauan ke Pasar Rawamangun, Kamis (14/4/2022), dia menemukan minyak goreng curah subsidi dijual seharga Rp16.000/kg.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Kondisi harga ini akan terus membaik dan diharapkan  sesuai  dengan  harga  yang  ditentukan  Pemerintah  sebelum  Lebaran,  sesuai  HET Rp14.000/liter,” katanya, dikutip dari keterangan resminya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga minyak goreng curah terpantau turun 0,5 persen menjadi 20.000 per kg, Kamis (14/4/2022). Sebaliknya, harga minyak goreng kemasan bermerek I naik 0,19 persen menjadi Rp26.600 per kg dan minyak goreng kemasan bermerek II naik 0,39 persen menjadi Rp25.650.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Bernard Riedo mengaku bingung lantaran harga minyak goreng curah di tingkat konsumen belum juga turun mendekati HET yang ditetapkan pemerintah di angka Rp14.000 per liter. 

Bernard mengatakan produsen yang berkontrak dengan pemerintah telah menyalurkan minyak goreng curah mencapai 80.000 ton kepada distributor untuk disalurkan ke pengecer. Kendati demikian, pedagang di pasar masih mengeluhkan ketersediaan minyak goreng curah yang langka hingga pekan ini. 

BACA JUGA: Cerita Unik dan Lucu Ketua Umum PP Muhammadiyah Jadi Imam di Masjid NU

“Di bulan April tanggal 1 sampai 12 di Kemenperin sudah terdistribusi minyak goreng curah hampir sekitar 80 ribu ton secara rata-rata per bulan,” kata Bernard  dalam Webinar Dampak Konflik Geopolitik terhadap Komoditi CPO, Rabu (13/4/2022). 

Advertisement

Berdasarkan laporan Kementerian Perindustrian per Rabu (13/4/2022) pagi, produsen sudah melaporkan penyaluran sebanyak 80.000 ton selama 13 hari ini, atau sekitar 6.100 ton per hari. Sementara itu kebutuhan secara nasional sebesar 7.000-7.700 ton per hari.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Sering Dilalui Kendaraan Proyek, Jalan di Gunungkidul Ini Rusak Parah

Gunungkidul
| Kamis, 01 Desember 2022, 13:47 WIB

Advertisement

alt

Ketep Summit Festival 2022 Siap Obati Kerinduan Pencinta Seni dan Wisata

Wisata
| Kamis, 01 Desember 2022, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement