Advertisement

5 Tokoh yang Pernah Jadi Pasien "Cuci Otak" Terawan, Salah Satunya Sudah Meninggal

Newswire
Selasa, 29 Maret 2022 - 14:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
5 Tokoh yang Pernah Jadi Pasien Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto (tengah) menyimak pertanyaan dari wartawan terkait dua WNI yang positif terkena virus Corona di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020). - Suara.com/Angga Budhiyanto

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-Pemecatan Terawan Agus Putranto sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta izin praktiknya menyisakan banyak kontroversi. Metode 'cuci otak' yang dikembangkannya dianggap menyalahi aturan dan UU serta kode etik. 

Hal itu membuat dirinya terancam dari pemecatan. Kendati demikian, sudah ada beberapa pejabat yang pernah mencicipi metode 'cuci otak' Terawan.

Advertisement

Simak deretan pejabat yang pernah menjalani metode 'cuci otak' ala Dokter Terawan ini.

1. Prabowo Subianto

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pernah menjalani metode 'cuci otak' dengan dokter Terawan pada tahun 2018 lalu. Prabowo mengaku ia mengalami penyakit vertigo selama bertahun-tahun dan membuatnya sulit untuk berdiri terlalu lama ketika melakukan pidato kunjungan.

Baca juga: Sisi Lain Dokter Terawan yang Dipecat IDI: Kreatif saat Kuliah di Jogja

Hal ini membuatnya berkonsultasi dengan dokter Terawan dan menjalani terapi cuci otak sebanyak 4 kali. Setelah melakukan terapi, Prabowo mengaku bahwa ia sudah bisa pidato selama 3 jam hingga 5 jam tanpa merasakan vertigo tersebut menyerang kembali.

2. Dahlan Iskan

Mantan Menteri BUMN periode 2011-2013, Dahlan Iskan bahkan pernah menuliskan sebuah tulisan berjudul "Membersihkan Gorong-Gorong Buntu di Otak". Tulisan tersebut menceritakan kronologi metode "pencucian" otak yang dilakukan oleh Terawan kepadanya pada tahun 2013 silam.

Dahlan menceritakan bahwa ia penasaran dengan metode tersebut walau pada saat itu Terawan sudah dilanda kontroversi. Namun Dahlan hanya ingin mencegah hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya. Hal tersebut membawanya ke meja operasi RSPAD Gatot Subroto. Dahlan mengaku merasa plong dari sensasi cuci otak tersebut yang ia rasakan di otak dan mulutnya dalam beberapa detik terapi tersebut. Melihat kasus yang menimpa dokter yang sudah menyelamatkan otaknya ini, ia mengaku siap bersaksi untuk kasus pemecatan Terawan.

3. Aburizal Bakrie

Gagasan dr.Terawan atas vaksin nusantara membuat Aburizal Bakrie mendukung penuh atas idenya tersebut. Hal itu terbukti ketika Aburizal Bakrie menerima suntukan vaksin nusantara tersebut dari tangan dr. Terawan langsung pada April 2021 kemarin.

Advertisement

Aburizal menuturkan bahwa ia berhutang nyawa dengan dr.Terawan yang telah menyelamatkan hidupnya dari serangan stroke.

"Saya percaya dengan vaksin ini karena memang saya percaya dengan kemampuan Dokter Terawan. Bahkan saya ini pernah hutang nyawa, karena beliau dengan metode "cuci otak"-nya pernah menyelamatkan saya dari serangan stroke yang fatal," ujar pejabat yang bisa dipanggil Ical melalui akun Twitter pribadinya @aburizalbakrie.

4. Ani Yudhoyono

Mendiang Ani Yudhoyono adalah salah satu pasien dokter Terawan yang sempat dirawat di rumah sakit Singapura. Ibu Ani yang saat itu mengalami penyakit kanker darah harus dilarikan ke rumah sakit National University Hospital, Singapura untuk mendapatkan perawatan intensif. Terawan yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala RSPAD diutus oleh Jokowi untuk menangani langsung dan melakukan pendampingan terhadap Ibu Ani di Singapura.

Advertisement

Hal ini juga diaminkan oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang menangani berkas berkas pemulihan Ibu Ani. Moeldoko juga menyampaikan bahwa perawatan intensif tersebut menjadi salah satu fasilitas yang dapat digunakan oleh para mantan presiden beserta keluarga.

Tapi tak diketahui apakah Ani Yudhoyono juga menjalani terapi cuci otak Terawan.

5. Mahfud MD

Begitu pula dengan Mahfud MD. Beliau mengaku pernah menjadi pasien Dr Terawan pada April 2018 lalu ketika mengalami gejala stroke. Ia mengaku bahwa setelah diterapi "cuci otak" keadaannya langsung membaik dan bisa langsung pulang ke rumah.

"Tiga jam terapi setelah itu selesai. Saya bisa langsung pulang ke rumah." jelasnya saat ditemui di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta pada 2018 lalu.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

SMK Koperasi Komitmen Cetak Kader Muda Perkoperasian

Jogja
| Kamis, 30 Juni 2022, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Perawatan, Museum RA Kartini Ditutup Hingga Minggu

Wisata
| Kamis, 30 Juni 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement