Tok, DPR Resmi Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). /Solopos.com-Ponco Suseno
Harianjogja.com, KLATEN--Proyek tol Jogja-Solo tak sampai menyentuh rumah warga bernama Sumanto di Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.
Rumah Sumanto menjadi satu-satunya yang tidak terdampak proyek Tol Solo Jogja di RT 014 Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Kini, dia tinggal sendirian di rumahnya yang berada tidak jauh dari proyek jalur bebas hambatan itu.
Sementara itu mayoritas warga yang sebelumnya tinggal di kampung itu pindah rumah ke luar desa. Seluruh rumah warga di sana yang terdampak tol kini sudah rata dengan tanah. Warga yang sebelumnya tinggal satu kampung kini sudah berpencar dan memulai kehidupan di rumah baru.
“Sami bubar dewe-dewe. Enten sing teng Segaran, Delanggu, hingga Juwiring [sudah berpisah-pisah. Ada yang di Segaran, Delanggu, hingga Juwiring],” kata Manto, Senin (10/1/2021).
BACA JUGA: Skuter Listrik Melintas di Jalan Raya, Akan Diamankan Pemkot Jogja
Kini hanya tinggal Sumanto seorang diri di RT tersebut. Rumah Sumanto tidak terdampak proyek tol Jogja-Solo. Tetapi sawah yang berada di belakang rumahnya terdampak proyek. Sejak lahannya terdampak Tol Solo Jogja, Manto telah menerima uang ganti rugi. Uang tersebut digunakan untuk membeli sawah pengganti di depan rumahnya.
Manto belum mengetahui secara administrasi bakal masuk menjadi bagian warga di wilayah RT mana. Hingga kini belum ada pendataan ulang.
Meski demikian, Sumanto bersyukur rumahnya tidak ikut terdampak tol meski dari satu wilayah RT hanya tersisa miliknya seorang diri. Dia mengaku tidak perlu beradaptasi di tempat baru termasuk menjalankan usaha berjualan soto di depan rumah. “Karena sudah cocok untuk usaha di sini,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, satu RT di wilayah Dukuh Ngentak, RT 014, Desa Kranggan, dihuni sekitar 27 keluarga. Kini permukiman itu rata dengan tanah. Tersisa satu bangunan masjid serta kompleks makam terdiri atas 100-an nisan yang masih berada pada bekas kampung tersebut. Nantinya bangunan itu juga akan dibongkar karena terdampak proyek tol Jogja-Solo.
Warga kampung itu sudah mulai pindah dan membongkar rumah mereka pada Juli 2021 setelah menerima uang ganti rugi tol. Sekitar November 2021, perkampungan itu sudah rata dengan tanah.
Mayoritas warga pindah ke luar kampung. Ada yang pindah di desa tetangga seperti di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu. Ada pula yang pindah ke wilayah Kecamatan Juwiring.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback.
UNS Surakarta juara Campus League Badminton 2026 setelah menaklukkan BINUS dalam drama tiga set. UNS juga meraih gelar ganda putra.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Sakit gigi berulang dan gigi berlubang dalam bisa menjadi tanda kerusakan. Kenali kapan Perawatan Saluran Akar atau PSA diperlukan.