Langkah Integrasi Startup Healthtech oleh Kemenkes Dinilai Tepat, Asal...

Ilustrasi startup -
22 Desember 2021 10:47 WIB Ahmad Thovan Sugandi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuat wadah untuk integrasi startup healthtech dinilai tepat asalkan regulasinya tidak menghambat perkembangan ekosistem.

Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (Idiec) M. Tesar Sandikapura menyebut langkah pemerintah membuat wadah bagi para startup healthtech sudah tepat. Namun, regulasi yang ada harus disesuaikan agar tidak terlalu ketat sehingga menghambat inovasi.

"Menurut saya di satu sisi memang harus tegas dalam beberapa hal karena menyangkut kesehatan masyarakat. Namun, jangan terlalu ketat, nanti justru menghambat, karena ekosistemnya masih tumbuh," kata Tesar, Selasa (21/12/2021).

Dia menuturkan langkah membuat wadah regulasi tidak perlu diikuti dengan pembuatan inkubator dan akselerator bagi startup healthtech. Hal itu dinilai akan memberatkan sekaligus melampaui tugas Kemenkes.

Baca juga: Luhut Pertimbangkan Perpanjang Karantina Penumpang Internasional Jadi 14 Hari

Menurutnya, keberadaan inkubator sudah menjamur di lembaga pemerintahan. Fungsi inkubasi startup seharusnya diserahkan ke satu kementerian.

"Kita sudah ada Merah Putih Fund juga, Kemenkes fokus saja sebagai pengawas dan fokus ke pelayanan kesehatan masyarakat," ujarnya.

Tesar menyebut Kemenkes tidak perlu mengeluarkan dana atau melakukan proses inkubasi terhadap startup. Langkah itu dinilai hanya menghambur-hamburkan anggaran untuk program yang tidak seharusnya dikerjakan Kemenkes.

Sementara, Bendahara Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani menyebut regulasi dan standarisasi yang dibuat oleh Kemenkes akan membuat persaingan startup healthtech lebih sehat. Adanya wadah bagi startup healthtech, akan meningkatkan kemungkinan startup healthtech menjadi unikorn tahun depan.

"Ini nanti juga akan melibatkan para investor, jadi Kemenkes akan undang para modal ventura dan investor," ujarnya.

Sumber : bisnis.com