Status Gunung Semeru Dinaikkan Jadi Level Siaga

Guguran lava pijar terlihat dari Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/12/2020). Aktivitas Gunung Semeru mengalami peningkatan hingga meluncurkan lava pijar dari Kawah Jonggring Saloko selama lima hari terakhir. ANTARA FOTO - Seno
17 Desember 2021 15:27 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Semeru dari Waspada atau Level II menjadi Siaga atau Level III karena aktivitas vulkanik yang masih tinggi.

"Mengingat aktivitas Gunung Api Semeru masih tinggi & telah terjadi peningkatan jarak luncur awan panas guguran serta aliran lava, maka Tingkat Aktivitas Gunung Api Semeru dinaikan dari WASPADA (Level II) menjadi SIAGA (Level III) terhitung mulai tanggal 16 Desember 2021 pukul 23:00 WIB," tulis PVMBG dikutip melalui Twitter, Jumat (17/12/2021).

Dengan naiknya status Gunung Semeru menjadi siaga, maka saat ini tercatat ada empat gunung berapi di Indonesia yang berstatus Siaga. Tiga gunung api lainnya yang berstatus siaga adalah Gunung Merapi, Gunung Sinabung dan Gunung Ili Lewotolok.

Sebelumnya, Gunung Semeru kembali erupsi pada Kamis (16/12) pukul 09:01 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 0 detik.

PVMBG mengimbau masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Adapun, radius dan jarak rekomendasi akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.

PVMBG meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.

"Waspadai ancaman lahar di alur sungai/lembah yg berhulu di Gunung Semeru [mengingat banyaknya material vulkanik yg sudah terbentuk]," tulis PVMBG.

Sumber : bisnis.com