Kustini Minta Satgas Covid-19 Tingkat RT Aktif Awasi Pemudik

Ilustrasi. - Freepik
14 Desember 2021 07:07 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo mengimbau warganya yang merantau untuk menunda kepulangan ke Sleman terlebih dahulu. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. 

"Menunda mudik ini juga bagian upaya kita mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19. Saya berharap ini juga diperhatikan dengan serius dan jangan sampai disepelekan," kata Kustini, Senin (13/12/2021).

Kustini juga meminta satuan tugas (satgas) Covid-19 tingkat RT/RW untuk diaktifkan kembali. Pengaktifan ini bertujuan untuk ikut membantu mengawasi pemudik yang nekat pulang ke wilayahnya masing-masing.

"Fungsinya untuk membantu skrining masyarakat yang nekat pulang. Kita harus bisa pastikan juga kesehatannya seperti apa. Jangan sampai kecolongan dan justru malah bawa pulang virus," terang Kustini. Satgas juga berperan menegakkan penerapan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, kepada pemudik dan juga warga di lingkungan tempat tinggalnya. 

Selain mengaktifkan satgas Covid-19, Pemkab Sleman juga akan mengirimkan personel ke pos pengaman dan pelayanan yang didirikan oleh kepolisian.

Pemeriksaan secara acak atas dokumen vaksinasi atau Peduli Lindungi maupun hasil swab bagi pelaku perjalanan akan dilaksanakan di rest area, terminal kedatangan dan di objek-objek wisata.

"Nanti ada dua pos utama di Prambanan dan Tempel. Jika nanti ada ditemukan kasus positif pada saat pemeriksaan, akan segera ditangani oleh Satgas dan Dinas Kesehatan [Dinkes]," ucap Kustini.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Arip Pramana menuturkan selain dua pos pengamanan, juga akan didirikan dua pos pelayanan yang berada di sekitar Ambarukmo Plaza dan Kaliurang, Pakem.

"Tidak ada penyekatan dan putar balik. Penanganan lalu lintas diarahkan pada pemberian kelancaran lalu lintas salah satunya dengan penutupan U Turn di beberapa ruas jalan dan manajemen traffic," tambah Arip.

Selain menjaga perbatasan, nantinya pengawasan oleh petugas gabungan juga menyasar ke beberapa tempat yang berpotensi terjadi kerumunan. "Objek wisata, mal tempat hiburan nanti juga akan dilakukan patroli oleh petugas gabungan untuk memastikan tidak ada kerumunan dan kegiatan perayaan tahun baru," pungkas Arip.