Kembalikan Sepeda Motor Curian, Maling di Klaten Urung Dibui

Kapolsek Klaten Kota, AKP Noach Hendri Daud Dwaa (empat dari kiri), saat hendak menyerahkan sepeda motor ke warga Bareng, Klaten Tengah, Selasa (14/12/2021). - JIBI/Solopos/Ponco Suseno
14 Desember 2021 19:47 WIB Ponco Suseno News Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Nadian Eka Pratama, 24, warga Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, menyerahkan diri dan berniat mengembalikan sepeda motor hasil curiannya ke korban pencurian melalui bantuan aparat polisi, Minggu (12/12/2021) pukul 19.00 WIB.

Lantaran pencuri tersebut telah berdamai dengan korban pencurian sementara polisi menerapkan restorative justice, maling sepeda motor itu tak jadi dibui alias lolos dari jeratan hukum.

BACA JUGA: Diputus Pacar, Pelajar Putri Mabuk Arak Jowo di Alun-alun

Pencurian yang sepeda motor Honda Beat warna biru berpelat nomor AD 3675 AHC bermula saat Nadian Eka Pratama hendak bermain ke rumah temannya di Bareng Kidul, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Sabtu (11/12/2021) pukul 06.15 WIB. Di lokasi tersebut, Nadian Eka Pratama tak bertemu dengan temannya. Di kesempatan itu, Nadian Eka Pratama justru melihat satu sepeda motor milik Ngatiyem yang diparkir di depan rumahnya. Rumah Ngatiyem tak jauh dari rumah teman Nadian Eka Pratama di Kelurahan Bareng.

Merasa memiliki kesempatan karena pemilik sepeda motor lupa mencabut kunci kontak, Nadian Eka Pratama langsung mencuri. Waktu itu, Ngatiyem terburu-buru masuk ke rumah setelah berbelanja di Pasar Klaten sehingga lupa mengambil kunci sepeda motor.

Dengan leluasa, Nadian Eka Pratama mengambil sepeda motor tersebut. Selanjutnya, Nadian Eka Pratama sempat berkeliling di kawasan perkotaan dengan mengendarai sepeda motor.

Di sisi lain, Ngatiyem yang keluar rumah dengan menggendong cucunya kaget karena sepeda motornya raib. Ngatiyem lalu memberitahukan hal itu ke anak dan menantunya, yakni Tarwiyah dan Eko Suranto. Anggota keluarga korban pencurian langsung melaporkan hal itu ke polisi.

Selang satu hari, Nadian Eka Pratama diliputi rasa bersalah. Nadian Eka Pratama yang tak pulang ke rumah semalaman akhirnya menghubungi orangtuanya agar bertemu di depan Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Minggu (12/12/2021). Di hadapan ayahnya, Nadian Eka Pratama bercerita bahwa dirinya baru saja mencuri sepeda motor.

Setelah mendengar cerita itu, Nadian Eka Pratama sempat dimarahi ayahnya sebelum akhirnya diantarkan orangtuanya itu untuk menyerahkan diri ke Polres Klaten. Di hadapan polisi, Nadian Eka Pratama juga berniat mengembalikan sepeda motor curian dan meminta maaf ke pemiliknya di Kelurahan Bareng.

"Saya takut dipenjara. Saya juga takut dimassa. Saya memang tak punya sepeda motor. Saya sempat dimarahi orangtua saya [pelaku meminta maaf ke anggota keluarga korban pencurian]," kata Nadian Eka Pratama, saat ditemui wartawan di Mapolres Klaten, Selasa (14/12/2021).

Di kesempatan tersebut, Eko Suranto selaku perwakilan dari korban pencurian memberikan maaf ke Nadian Eka Pratama. Selanjutnya, Eko juga memberikan nasihat ke Nadian agar tak mengulangi perbuatannya lagi di waktu mendatang.

"Jangan diulangi lagi karena itu melanggar pasal [Pasal 362 KUHP tentang Pencurian]," katanya.

BACA JUGA: Pengin Libur Akhir Tahun di Jogja, Ini Data Ketersediaan Kamar Hotel

Kapolsek Klaten Kota, AKP Noach Hendri Daud Dwaa, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo, mengatakan kasus pencurian di Kelurahan Bareng telah berakhir damai antara pencuri dengan korban pencurian. Sesuai Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 8/2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restotatif, penyidik telah mempertemukan kedua belah pihak. Hasil pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat menempuh jalur damai, sepeda motor dikembalikan ke peniliknya, pelaku menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya lagi, pelaku baru sekali melakukan tindak pencurian dan bukan tergolong seorang residivis.

"Kami serahkan sepeda motor yang sempat hilang ke pemiliknya. Aksi pencurian itu memang tidak terencana [spontan karena melihat kunci masih nyantol di sepeda motor]," kata AKP Noach Hendri Daud Dwaa.