Pilar Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ambruk, Kontraktor Dinilai Lalai

Tangkapan layar dari video pilar Kereta Cepat Jakarta/Bandung ambruk yang viral di media sosial.
09 Desember 2021 13:17 WIB Rahmi Yati News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pilar proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ambruk dan menimpa salah satu eskavator di bawahnya. Insiden fatal tersebut pun viral di media sosial.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak lima unit eskavator tengah berusaha merobohkan pilar raksasa itu. Bagian dasar pilar sudah dihancurkan untuk memudahkan proses pembongkaran.

BACA JUGA : Kereta Cepat China Bermasalah, Indonesia Diminta Hati-hati 

Kelima eskavator tersebut sudah berada di posisinya untuk menahan dan memastikan pilar roboh di lokasi yang aman. Namun, tiba-tiba pilar justru ambruk dengan arah yang tidak sesuai rencana dan mengenai salah satu eskavator.

Usai viral di media sosial, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang bertanggung jawab dalam pembangunan proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta – Bandung pun angkat bicara.

Presiden Director PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi geram dan menegur kontraktor yang dinilai telah lalai dalam bekerja. Menurutnya telah terjadi kesalahan Standar Operasional prosedur (SOP) terhadap pembongkaran pier tersebut.

"PT KCIC tidak mentoleransi adanya kesalahan kontruksi yang melebihi dari toleransi yang dipersyaratkan," ujarnya dikutip Kamis (9/12/2021).

Awalnya, kata Dwiyana, tim quality PT KCIC dan konsultan supervisi CDJO menemukan pergeseran alignment pekerjaan pier di DK46 dan menginstruksikan kontraktor melakukan rework dan membongkarnya untuk dibangun kembali sesuai spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan.

SOP Engineering terkait dengan pembongkaran pier untuk rework, lanjutnya, juga sudah ditetapkan termasuk aspek keselamatan kontruksinya. Namun berdasarkan hasil investigasi yang sudah dilakukan oleh KCIC didapatkan kontraktor melanggar SOP tersebut sehingga timbul kejadian seperti yang ada di dalam video.

“Betul adanya bahwa saat dilakukan pekerjaan rework pembongkaran pier, kontraktor lalai dalam melaksanakan SOP sehingga pier menimpa ekskavator yang digunakan," ujarnya.

BACA JUGA : Proyek Kereta Cepat Akhirnya Gunakan APBN Senilai Rp4,3

KCIC langsung memanggil kontraktor dan memberikan teguran agar semua pekerjaan dilakukan dengan SOP yang sudah ditetapkan oleh Tim Engineering dan SSHE sehingga kejadian serupa tidak terulang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia