Prakiraan Cuaca 23 September: DIY Belum Ada Tanda-tanda Hujan, Suhu Tembus 33 Derajat
Prakiraan cuaca DIY Rabu 23 September 2026, Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius. Simak suhu dan kelembapan lima wilayah.
Kegiatan International Office Conference (IOC) 2021 di salah satu hotel di Kota Jogja, Sabtu (4/12/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Dukungan sumber daya manusia (SDM) dan finansial masih menjadi kendala program internasionalisasi perguruan tinggi di Indonesia. Dari 4.000 kampus saat ini hanya 250 yang secara khusus memiliki divisi yang menangani internasionalisasi atau dikenal dengan lembaga Kantor Urusan Internasional (KUI).
Ratusan pengelola KUI berbagai kampus di Indonesia membahas persoalan internasionalisasi melalui International Office Conference (IOC) 2021 di salah satu hotel di Kota Jogja, Sabtu (4/12/2021).
Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan UII Wiryono Raharjo selaku penyelenggara konferensi menjelaskan kemampuan setiap kampus di Indonesia berbeda-beda. Saat ini dari sekitar 4.000 kampus, baru 250 saja yang secara khusus aktif menangani urusan internasional yang tergabung di forum KUI. Ia menilai kondisi kampus DIY sudah cukup kuat dalam melakukan internasionalisasi, hampir 80% kampus di Jogja memiliki program yang mengarah ke internasionalisasi.
Kemampuan finansial dan SDM memang menjadi kendala utama dalam internasionalisasi kampus. “Kendalanya internasionalisasi itu butuh dukungan bisa SDM pembiayaan. Tidak semua perguruan tinggi memiliki dukungan memadai. Level berbeda-beda, ada yang sudah ekstensif punya mahasiswa internasional banyak, ada yang tidak sama sekali,” katanya di sela-sela kegiatan konferensi tersebut.
Wiryono menyatakan melalui forum KUI tersebut memberikan dukungan kepada kampus yang belum secara aktif melakukan internasionalisasi. Terutama membantu dalam membuka jaringan internasional.
“Ini jadi tantangan kami bekerja sama untuk menguatkan teman-teman di luar anggota forum KUI. Membantu yang belum [melakukan internasionalisasi], melalui berbagai macam kegiatan berjaringan dengan kami, kadang ada program di luar KUI, hibah dari Eropa kami mengajak. Kami memberdayakan mereka yang belum memiliki KUI,” ujarnya.
Ia menilai posisi KUI sangat dibutuhkan di tengah semakin terbukanya persaingan pendidikan tinggi di ranah global. KUI menjadi salah satu motor dari internasionalisasi perguruan tinggi sehingga forum tersebut selalu dibutuhkan. Forum ini telah berkontribusi bersama dengan pemerintah salah satu melalui program International Student Mobility Awards (ISMA) yang kegiatannya melakukan pengiriman mahasiswa ke berbagai perguruan tinggi di dunia, di mana proses seleksinya melibatkan forum KUI.
“Kami sebagai pintu masuk program tersebut yang intinya adalah mengawal internasionalisasi melalui mobilitas mahasiswa. Melalui konferensi ini kami mendorong kampus-kampus yang belum fokus internasionalisasi agar bergabung dan memberikan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Rabu 23 September 2026, Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius. Simak suhu dan kelembapan lima wilayah.
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.