Jalan Kabupaten & Saluran Irigasi Dijamin Tak Terganggu Tol Jogja-Solo

Ilustrasi - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
06 Desember 2021 16:37 WIB Taufik Sidik Prakoso News Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Tim pengadaan konstruksi memastikan proyek Tol Jogja-Solo (Joglo) tak bakal mengganggu jalan kabupaten maupun saluran irigasi. Pelaksana konstruksi proyek strategis nasional itu menjamin ada rekayasa teknis yang dilakukan pada perpotongan jalan tol dengan jalan kabupaten serta saluran irigasi.

Tim pengadaan konstruksi merupakan tim terdiri dari perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang dibentuk Pemkab Klaten untuk mengawal proyek konstruksi jalan tol. Pemkab juga membentuk tim pengadaan lahan yang mengawal proses pembebasan lahan untuk jalan tol.

BACA JUGA: Ditemukan Selamat, Begini Kronologi WN Ukraina Tersesat di Merbabu

Sekretaris Tim Pengadaan Konstruksi, Fadzar Indriawan, mengatakan tidak ada satupun jalan kabupaten yang bakal terganggu proyek Tol Jogja-Solo. Begitu pula dengan saluran irigasi. “Semua dipastikan aman. Sudah dijamin JMM [PT Jogjasolo Marga Makmur, pengembang jalan tol Solo-Jogja-Kulonprogo]. Tidak ada satu pun yang ditutup,” kata Fadzar saat ditemui di Pemkab Klaten pekan lalu.

Fadzar mengatakan rekayasa yang dilakukan untuk jalan kabupaten yakni akses tetap dipertahankan dengan konstruksi berupa jembatan maupun box culvert. Sementara, saluran irigasi bakal dibuatkan terowongan menggunakan box culvert dengan ketentuan tinggi minimal 2 meter.

“Tinggi saluran irigasi minimal 2 meter tujuannya agar orang bisa masuk untuk maintenance. Sementara, lebar saluran irigasi disesuaikan dengan saluran existing [yang sudah ada],” kata Fadzar yang menjabat Kabag Pembangunan Setda Klaten tersebut.

Fadzar menjelaskan ada beberapa jalan desa yang bersimpangan dengan jalan tol bakal dialihkan ke ruas lain. “Tetapi akses masih ada,” urai dia.

Ihwal ruas jalan kabupaten maupun saluran irigasi ketika pembangunan berlangsung, Fadzar juga menjelaskan tak bakal terganggu. Dia menjelaskan tim kabupaten bakal terus mengawal proses konstruksi Tol Jogja-Solo. “Di satu sisi jalan tol itu PSN [proyek strategis nasional]. Tetapi di sisi lain jangan sampai dengan jalan tol ini nanti masyarakat terganggu dan mendapatkan dampak negatif. Itu yang kami antisipasi. Oleh karena itu, kami membuat tim ini juga untuk mengantisipasi itu,” kata dia.

Pekan lalu tim pemkab menggelar rapat koordinasi dengan tim dari JMM. Rapat tersebut digelar untuk membahas rencana konstruksi ruas Tol Jogja-Solo seksi 1.2 dengan trase di wilayah Klaten sebagian Kecamatan Ngawen hingga Prambanan. Dalam rapat itu, ada 10 jalan kabupaten yang bakal bersimpangan dengan jalan tol. “Dalam rapat ini dibahas terkait lintasan. Ada yang sebagian berupa jembatan dan ada satu yang berupa box culvert,” kata dia.

Soal proyek konstruksi ruas jalan tol antara Ngawen hingga Prambanan, Fadzar menjelaskan menanti proses pengadaan lahan untuk tol rampung. Saat ini, proses pengadaan lahan baru memasuki wilayah Ngawen. Ditargetkan, proses pengadaan lahan terutama di wilayah Klaten dikebut pada 2022.

BACA JUGA: Sepi Penumpang & Merugi, YIA Bakal Kurangi Jumlah Karyawan

Sementara itu, soal konstruksi jalan tol wilayah Klaten yang masuk seksi 1.1 antara Kecamatan Polanharjo dan sebagian Ngawen, Fadzar menuturkan sudah dimulai di beberapa lokasi. 

Disinggung jumlah total ruas jalan kabupaten yang bersimpangan dengan jalan tol, Fadzar menjelaskan cukup banyak. Dia memperkirakan ada sekitar 20 jalan kabupaten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah tota kalan kabupaten yang bersimpangan dengan jalan tol ada 19 ruas mulai dari wilayah Kecamatan Polanharjo hingga Manisrenggo/Prambanan. Sebelumnya, pemkab sudah mengusulkan agar jalan kabupaten tak diubah. Selain itu, pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) merekomendasikan agar konstruksi bangunan persimpangan antara jalan tol dengan jalan kabupaten berupa konstruksi jembatan. Pertimbangan meminta konstruksi bangunan berupa jembatan bukan box culvert agar pandangan pengguna jalan yang melintasi jalan kabupaten yang bersimpangan dengan jalan tol tetap luas.

Sumber : JIBI/Solopos