Advertisement
Jokowi Akan Tinjau Lokasi Bencana Erupsi Gunung Semeru
Presiden Joko Widodo - Facebook resmi Presiden Joko Widodo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan meninjau lokasi erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menyampaikan, pihak Istana tengah merancang keberangkatan Kepala Negara ke lokasi bencana erupsi Gunung Semeru. Namun, belum diketahui kapan jadwal kunjungan dari orang nomor satu di Indonesia tersebut ke Kabupaten Lumajang.
Advertisement
"Sedang direncanakan segala sesuatunya, akan segera ke lokasi," kata Heru kepada Bisnis, Minggu (5/12/2021).
Heru mengatakan bahwa nantinya Presiden Jokowi akan didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam peninjauan ke lokasi bencana erupsi gunung Semeru.
"Dari pihak BNPB dan Menteri Sosial [akan mendampingi Jokowi],” ujar Heru.
Sebelumnya, Jokowi telah memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan langkah-langkah tanggap darurat penanganan pasca erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan pers mengenai Perkembangan Peningkatan Aktivitas Gunung Semeru melalui kanal YouTube BNPB.
“Atas petunjuk Bapak Presiden, kami juga, Kepala BNPB dengan tim, [hari ini] pagi pada kesempatan pertama akan segera ke Lumajang, ke daerah bencana, untuk memastikan tahap-tahap penanganan darurat, khususnya penanganan pengungsi ini bisa berjalan secara tepat dan cepat, dan tentunya kebutuhan dasar dari para pengurus ini akan kami yakinkan untuk terdukung secara maksimal,” kata Suharyanto, dikutip Minggu (5/12/2021).
Selain itu, Suharyanto mengatakan timnya juga telah mengirimkan tim reaksi cepat untuk bekerja sama dengan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak terkait lainnya dalam upaya tanggap darurat bencana.
Sekadar informasi, penanganan darurat terus dilakukan pascaerupsi Gunung Semeru yang berlangsung pada Sabtu (4/12). Adapun, informasi terakhir dari BNPB mencatatkan jumlah korban meninggal dunia menjadi 13 orang.
Sementara itu, warga luka lainnya ditangani pada beberapa fasilitas kesehatan, yaitu 40 orang dirawat di Puskesmas Pasirian, 7 orang di Puskesmas Candipuro, serta 10 orang lain di Puskesmas Penanggal di antaranya terdapat dua orang ibu hamil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Sleman Justru Menurun
- Layanan Satpas SIM DIY Kembali Beroperasi Pascalibur Lebaran 2026
- Wisata Gunungkidul Diprediksi Ramai hingga Akhir Pekan
- Samsat DIY Buka Kembali Seusai Libur Lebaran, Bebas Denda Pajak Motor
- Jadwal KA Bandara YIA Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
- Bantul Pasang 25 LPJU Danais di Parangtritis dan Imogiri
- Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini: Waspada Hujan Sedang Kota Jogja-Sleman
Advertisement
Advertisement








