Advertisement

Program Merah Putih Fund Dikritik

Ahmad Thovan Sugandi
Selasa, 23 November 2021 - 10:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Program Merah Putih Fund Dikritik Ilustrasi. - investama.co.id

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Program Merah Putih Fund dinilai bakal serupa dengan program-program pemerintah sebelumnya, yang hanya akan gagal jika tidak dijalankan dengan serius.

Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) M. Tesar Sandikapura menyebut program Merah Putih Fund sebagai sesuatu yang tidak berkelanjutan. 

"Di sisi lain pemerintah sudah memiliki tiga modal ventura di 3 BUMN yaitu MDI, BRI Capital, dan Mandiri Ventures. Mereka punya program serupa," ujarnya saat dihubungi secara daring, Senin (22/11/2021).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Menurut Tesar jika pemerintah meluncurkan program tersebut sebaiknya tiga modal ventura BUMN dilebur menjadi satu. sebab dengan menyatukan ketiganya akan lebih efektif dalam menjalankan program pendanaan maupun pendampingan startup lokal.

"Seharusnya ada yang menghubungkan dari program pendanaan atau pendampingan yang lama ke program yang baru, biar jelas," Kata Tesar.

Menurut Tesar, program yang mengutamakan startup lokal tersebut bertolak belakang dengan langkah yang diambil oleh sejumlah modal ventura milik BUMN. 

Baca juga: Pengin Nikah Resmi, Pasutri di Sleman Gondol Emas Berlian Milik Majikan

Tesar mengatakan para modal ventura besutan BUMN tersebut juga mengucurkan dana di sejumlah startup luar negeri. "Kalau memang merah putih ya sejak awal fokus investasi di lokal," ucapnya.

Selain itu, dia melanjutkan, program Merah Putih Fund harus memiliki perencanaan dan target sektor startup yang jelas. Misalnya dengan memilih untuk fokus di startup fintech pada tahap awal program, lalu dilanjutkan dengan sektor lain. 

Advertisement

Tesar menyebut pemerintah harus serius dalam realisasi program dan tidak hanya mengumbar wacana membangun startup lokal.

"Program yang ada harus dirapikan biar tidak tumpang tindih dengan program baru. Sumber pendanaannya juga harus jelas. Realisasi serius, jangan niat doang," ucapnya.

Tesar menyebut startup LinkAja adalah contoh dari kegagalan program BUMN. LinkAja merupakan hasil gabungan dari layanan beberapa bank BUMN untuk menyaingi dompet digital (0VO dan Gopay), tetapi saat ini modal ventura BUMN justru investasi ke Gojek dan Grab. 

Advertisement

Terkait Merah Putih Fund, menurutnya modal ventura tidak harus fokus pada target valuasi dan keuntungan. Program nasional terkait startup memang seharusnya diproyeksikan untuk kedaulatan data, bukan di keuntungan.

"Contoh aplikasi pengirim pesan, sekarang kita tidak punya yang sekuat Whatapp, misal layanannya down berapa banyak kerugian kita. Oleh karena itu penting untuk kemandirian digital yang bisa kita kelola, bukan keuntungan terus yang dikejar jika menyangkut proyek nasional," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Kunci Cemantel di Kendaraan, Motor Warga Kulonprogo di Depan Rumah Raib

Kulonprogo
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 20:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement