Kisah Unik Piala Dunia 2026, Saudara Lawan Negara Sendiri
Piala Dunia 2026 menghadirkan kisah unik delapan pasangan saudara, empat di antaranya membela timnas berbeda.
Mike Tyson/instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson mengaku \'mati\' saat menggunakan racun katak psikedelik
Melansir USA Today, Mike Tyson mengatakan dia "mati" saat menggunakan racun katak untuk pertama kalinya empat tahun lalu.
"Kodok" adalah Bufo alvarius, amfibi Meksiko atau dikenal sebagai Kodok Gurun Sonora. Ia hibernasi di bawah tanah selama tujuh bulan, tetapi ketika berada di atas tanah, racunnya dapat dihisap untuk menghasilkan pengalaman psikoaktif.
Tyson, sekarang berusia 55 tahun, mengatakan bahwa dia telah meminum racun itu lebih dari 50 kali dan mengakui bahwa dia meminum yang pertama sebagai tantangan.
Tyson telah menjadi advokat untuk racun katak dan psikedelik dan mengatakan bahwa dia kehilangan 100 pon dan menjadi lebih dekat dengan keluarganya.
"Orang-orang melihat perbedaannya [dalam diri saya]," katanya. "Itu berbicara untuk dirinya sendiri. Jika Anda mengenal saya pada tahun 1989, Anda mengenal orang yang berbeda.
Pikiran saya tidak cukup canggih untuk memahami apa yang terjadi, tetapi hidup telah membaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Piala Dunia 2026 menghadirkan kisah unik delapan pasangan saudara, empat di antaranya membela timnas berbeda.
Pemerintah membahas kelanjutan Otsus Aceh yang berakhir 2027, termasuk opsi dana 2,5% dan kemungkinan tanpa batas waktu.
Kejagung memeriksa lima pegawai Kemenhut sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi transfer pricing PT TPL periode 2008-2025.
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
Pengamat UGM menilai mismatch kompetensi dan kebutuhan industri memicu pengangguran terdidik serta mendorong penguatan pelatihan vokasi.
Pengadaan sumber air permanen di Kulonprogo membutuhkan Rp300 juta-Rp800 juta. APBD terbatas, perluasan SPAM mengandalkan Danais.