Daftar Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP, Vivo, Shell
Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Sejumlah BBM nonsubsidi naik, sementara Pertalite tetap Rp10.000.
ESPOS.ID - Dapur SPPG di Desa Jati yang menarik seluruh MBG karena terindikasi makanan kurang layak dikonsumsi pada Rabu (12/8/2026). Solopos/Indah Septiyaning Wardani
Harianjogja.com, BOYOLALI—Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gebyok di Selo, Boyolali, disetop sementara setelah puluhan siswa mengalami gejala yang diduga akibat keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (10/9/2026).
Ketua Satgas SPPG Boyolali sekaligus Sekda Boyolali, M. Syawalludin, mengatakan operasional SPPG Gebyok telah dihentikan. Penghentian tersebut dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.
”Artinya itu kami off-kan operasionalnya. Keputusan suspend atau enggak itu ada di BGN,” kata dia kepada wartawan, Senin (14/9/2026).
Syawalludin juga meminta petugas SPPG lebih berhati-hati dalam menentukan menu makanan yang diberikan kepada siswa. Selain pemilihan menu, higienitas bahan makanan juga menjadi perhatian.
Dia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dimakan siswa dan diduga menyebabkan keracunan. Sampel tersebut berkaitan dengan menu MBG yang disajikan kepada siswa SMPN 1 Selo dan SMPN 2 Selo.
Sampai Senin (14/9/2026), Syawalludin belum dapat memastikan kapan SPPG Gebyok akan kembali beroperasi. Menurut dia, penghentian operasional juga pernah dilakukan terhadap SPPG Siswodipuran 2 Boyolali setelah kejadian keracunan di SMPN 6 Boyolali.
SPPG Siswodipuran 2 bahkan hingga kini belum kembali dibuka meski hasil pemeriksaan laboratoriumnya telah keluar. Kondisi tersebut membuat Syawalludin belum dapat memastikan waktu pembukaan kembali SPPG Gebyok.
34 Siswa Bergejala
Dugaan keracunan makanan terjadi setelah puluhan siswa dari SMPN 1 Selo dan SMPN 2 Selo menyantap menu MBG pada Kamis (10/9/2026). Sebanyak 34 orang mengalami sejumlah gejala, sedangkan tiga siswa harus menjalani rawat inap.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, FX Kristandiyoko, membenarkan adanya dugaan keracunan tersebut. Mayoritas siswa yang mengalami gejala mengeluhkan gatal-gatal.
”Njih [Ya benar, dugaan keracunan]. Ada 34 [orang] bergejala gatal, mual, dan muntah-muntah. Mayoritas gatal-gatal. Tiga diobservasi di Puskesmas Selo, kondisi stabil dan teratasi dengan baik,” kata dia kepada Espos, Kamis.
Camat Selo, Eko Dodi Apriyanto, mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada Kamis siang dan sore. Dari 34 siswa yang mengalami gejala, sebanyak 33 merupakan siswa SMPN 1 Selo dan satu siswa berasal dari SMPN 2 Selo.
Gejala yang dialami para siswa antara lain gatal-gatal, mual, muntah, sakit perut, mules, dan pusing. Tiga siswa kemudian menjalani rawat inap di Puskesmas Selo.
Ketiga siswa tersebut masing-masing berinisial PA, siswa kelas VII B SMPN 1 Selo, yang mengalami gatal, pusing, sesak napas, dan mual. Kemudian FR, siswa kelas VIII C SMPN 1 Selo, mengalami gatal, pusing, sesak napas, dan mual.
Sementara itu, siswa berinisial DW dari kelas IX A mengalami sakit perut, mual, sesak napas, dan pusing. Ketiganya menjalani perawatan di Puskesmas Selo.
”Ketiganya telah dirawat inap di Puskesmas Selo. Sampel dari SPPG telah diamankan. Itu dari SPPG Gebyok Selo,” kata Eko.
Menu MBG SPPG Gebyok
Pada saat kejadian, SPPG Gebyok Selo menyajikan menu MBG berupa nasi, udang crispy saus mentega, tempe kemangi, ca pakcoy dan jagung, serta potongan buah melon.
Sampel makanan dari SPPG Gebyok telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan laboratorium tersebut masih ditunggu untuk mengetahui dugaan penyebab munculnya gejala pada para siswa.
Sementara itu, operasional SPPG Gebyok tetap dihentikan sementara. Pemerintah Kabupaten Boyolali juga belum memastikan kapan layanan tersebut dapat kembali beroperasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Sejumlah BBM nonsubsidi naik, sementara Pertalite tetap Rp10.000.
Kemensos mencatat lebih dari 10,8 juta keluarga mengajukan usulan baru bansos dan 82 ribu keluarga disanggah hingga September 2026.
Helikopter Polri mengevakuasi satu jenazah korban KM Virgo Transport 8 dari lokasi 30 NM dari daratan menuju Banjarmasin.
Kulonprogo menyiapkan Raperbup untuk memperkuat verifikasi data warga miskin hingga tingkat kalurahan agar bantuan lebih tepat sasaran.
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Kemkomdigi menyebut Telegram dan Pinterest masuk kategori risiko tinggi bagi anak berdasarkan penilaian mandiri yang telah diverifikasi.