Thom Haye Kartu Merah, Maarten Paes Ungkap Peran Besar Suporter Timnas Indonesia
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Nasabah KSP-SB menunjukkan rekening koran. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah nasabah Koperasi Simpan Pinjam SB kembali meminta agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi membantunya untuk mencarikan dana yang belum bisa dicairkan.
Juru Bicara Nasabah KSP-SB Boedy Hartono menjelaskan para nasabah sebenarnya sudah lama meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM untuk membantu persoalan tersebut. Bahkan telah berkirim surat kepada Presiden Jokowi terkait persoalan belum bisa dicairkannya duit miliaran milik nasabah. Akantetapi hingga saat ini belum ada perkembangan yang signifikan. Beberapa nasabah memang sudah ada yang mendapatkan pencairan namun jumlahnya masih sangat kecil.
“Oleh karena itu kami berharap negara dalam hal ini Kemenkop UKM hadir dalam membantu mengatasi persoalan ini. Karena ini bisa menjadi preseden buruk bagi perkoperasian di Indonesia. Keberadaan koperasi yang menjadi harapan untuk mensejahterakan anggota, tetapi justru sebaliknya, bisa menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat yang ingin menyimpan aset di koperasi,” katanya Rabu (3/11/2021).
Ia menambahkan persoalan belum bisa dicairkannya dana nasabah KSP-SB ini menjadi masalah sosial tersendiri. Banyak cerita sedih di kalangan nasabah termasuk dirinya yang usaha mengalami kerugian akibat banjir. Kemudian terpaksa harus melakukan PHK terhadap karyawannya karena uang yang disimpannya di koperasi tersebut tidak bisa cair.
Ia sebelumnya memilih menyimpan uang di koperasi tersebut karena ada jaminan aman dari tiga lembaga yaitu pengawas internal, audit independen dan Kementerian Koperasi dan UKM.
“Banyak sekali cerita sedih nasabah, ada pensiunan yang dia menyimpan semua uang [pesangon] di koperasi ini, saat butuh tidak bisa dicairkan, saat ini istrinya sakit stroke butuh perawatan. Banyak nasabah sampai sakit memikirkan persoalan ini,” katanya.
Ketua Tim Kerja Fakta Kasus KSP-SB Dyapari Aritonang menilai karena sudah menjadi masalah nasional, maka sudah seharusnya negara hadir untuk mengatasi persoalan tersebut. Usaha untuk mendorong pemerintah sudah terus dilakukan. Saat audiensi lewat daring, kata dia, pihak Kemenkop UKM menyampaikan akan membantu mengatasi persoalan tersebut.
“Tetapi sampai saat ini belum ada perkembangan signifikan, kami tetap berharap pemerintah, Kementerian Koperasi untuk membantu kami mengatasi persoalan ini,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.