Pemerintah Beberkan Waktu Pelaksanaan Vaksinasi Anak

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito - Sumber: www.covid19.go.id
04 November 2021 08:47 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito angkat bicara mengenai resminya izin penggunaan darurat vaksin Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM).

Persetujuan ini diberikan dengan mempertimbangkan keadaan emergency wabah pandemi Covid-19. Persetujuan ini diberikan atas pertimbangan hasil penilaian terhadap aspek efikasi dan keamanan vaksin Sinovac pada usia 6-11 tahun.

Menurutnya, pemerintah akan memulai vaksinasi kepada anak-anak setelah cakupan vaksinasi dosis pertama secara nasional telah melebihi capaian 70 persen.

“Untuk vaksin pada anak-anak akan dilakukan segera setelah cakupan vaksinasi dosis 1 secara nasional telah melebihi dari 70 persen total sasaran target vaksinasi dan lebih dari 60 persen populasi lansia dan vaksinasi ini dimulai dari kab/kota yang telah memenuhi target tersebut,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (3/11/2021)

Sementara itu, dia melanjutkan saat ini pengendalian Covid-19 di Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Bahkan perkembangan baik ini, diakui oleh dunia lantaran dipertegas dengan penempatan Indonesia sebagai negara dengan level 1 oleh Centers for Disease Control (CDC).

Menurut Wiku, pencapaian ini ditandai dengan penurunan kasus yang telah terjadi selama kurang lebih 3 bulan. Penyebabnya, penularan di Indonesia dikatakan rendah dengan rata-rata penambahan kasus harian di angka 700 kasus dan kasus aktif yang hanya sebesar 0,29 persen.

Bahkan, angka kesembuhan pun sudah mencapai 96,33 persen. Padahal, saat ini aktivitas dan mobilitas masyarakat sudah mulai kembali berjalan. Indonesia juga telah berhasil melaksanakan kegiatan berskala nasional dan saat ini sedang mempersiapkan kegiatan berskala internasional.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun disebutkan akan segera dilakukan.

“Secepatnya kita lakukan setelah mendapat kepastian tambahan vaksin,” ujarnya saat dihubungi secara terpisah, Rabu (3/11/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan pemerintah akan mengupayakan pelaksanaannya dalam jangka waktu dekat, Kementerian kesehatan (kemenkes) disebutkan akan konsultasi dan mendapatkan rekomendasi dari ITAGI dan IDAI serta organisasi profesi lainnya untuk memastikan teknis pelaksanaan vaksinasi untuk rentang usia tersebut.

“Seperti skriningnya, mana anak yang boleh mana yang ditunda, bagaimana anak dengan asma, anak dengan kelaianan bawaan, berapa dosis ml yang diberikan serta penanganan efek samping, pemberiannya, dan sebagainya,” tuturnya.

Dia melanjutkan, pemerintah harus melakukan upaya pemenuhan vaksin dengan menambah sekitar 27—28 juta dosis tambahan vaksin Sinovac, karena pesanan yang saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksin pada rentang usia 6—11 tahun.

“Saat ini saja kami masih menungggu sebanyak 40 juta dosis pengiriman Sinovac untuk memenuhi kebutuhan dosis kedua,” katanya.

Dia menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah menyelesaikan pemberian vaksiansi pada dewasa dan lansia yang memang resiko akan sakit berat dan kematiannyaa lebih tinggi 3-5 kali lipat dibandingkan anak anak.

“Dan karena pada kelompok usia 30 tahun mobilitas kan memang lebih tinggi karena sebagian besar melakukan aktivitas ekonomi,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia