Advertisement
Luhut Bisnis Tes PCR, Begini Penjelasan Jubir
Warga menjalani tes usap atau swab test di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta, Senin (2/11/2020). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menanamkan modal ke perusahaan rintisan (startup) berbasis biotech Nusantic.
Juru Bicara Jodi Mahardi mengatakan Luhut selama ini memang kerap memberikan bantuan untuk berbagai kepentingan pengembangan sumber daya manusia, riset dan pengembangan di berbagai bidang.
Advertisement
“Seperti yang juga dilakukannya untuk Nusantic, salah satu startup di bidang bioscience, untuk mengembangkan reagen PCR buatan anak bangsa yang saat ini telah mulai diproduksi oleh Biofarma,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/11/2021)
Dia melanjutkan, Luhut dan rekan-rekan lainnya juga mengumpulkan donasi untuk kemudian menyumbangkan fasilitas tes PCR ke setidaknya 7 fakultas kedokteran di Indonesia, terdiri dari fakultas kedokteran UI, Unpad, Undip, UGM, Unair, Udayana, dan USU. Adapun, nilai donasi ini mencapai lebih dari Rp60 miliar.
“Pak Luhut tidak pernah mau membuka hal-hal yang sifatnya sumbangan seperti ini. Tapi, silakan saja dicek. Ini terpaksa kami buka supaya bisa menjadi pelajaran, karena kita tidak ingin ke depan ketika ada orang-orang di negeri ini yang berniat tulus untuk membantu jadi berpikir dua kali karena takut mendapat tuduhan macam-macam seperti ini,” tuturnya.
Menurut Jodi, dugaan terafiliasinya Luhut dengan bisnis tes Covid-19 baik PCR maupun antigen adalah salah. Selama ini, katanya, Luhut justru mendorong agar harga tes PCR bisa diturunkan dan makin terjangkau untuk masyarakat.
Ketika kasus Covid-19 menurun, Jodi menyebutkan Luhut justru menjadi pihak yang mendorong penggunaan tes antigen.
Jodi menegaskan, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) juga tidak pernah melakukan kerja sama dengan BUMN maupun mendapatkan dana dari pemerintah.
“Justru mereka berinisiatif melakukan genome sequencing secara gratis untuk membantu Kementerian Kesehatan,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Bibit Siklon 90S Picu Hujan Lebat di Jateng, Warga Diminta Waspada
- Satu WN China Tewas dalam Serangan AS-Israel ke Iran, 3.000 Dievakuasi
- Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp13.000 per Gram
- Konflik Timur Tengah, Jamaah Umrah Jogja Tertahan di Madinah
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Operasi Ke-7 di 2026
- Ramadan Penuh Makna, MORAZEN Jogja Hadirkan Sudut Baca di SDN Temon
- Kedubes AS di Riyadh Diserang Drone, Situasi Timur Tengah Kian Memanas
Advertisement
Advertisement








