Advertisement
Viral Penganiayaan Mahasiswa Polsri oleh Kakak Tingkat, Ini Respons Kampus
Tangkapan layar video viral mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Palembang menjadi korban penganiayaan beberapa kakak tingkat - Instagram/plg_kucarkacir
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO - Video pengeroyokan mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Palembang viral di media sosial. Seorang mahasiswa yang mengenakan kaus putih dipukul dan ditendang oleh sejumlah orang.
Pelaku pengeroyokan tersebut diduga adalah kakak tingkat dan alumni kampus. Korban yang dipukuli oleh tiga orang kakak tingkat tersebut pun tak melakukan perlawanan apapun.
Advertisement
Dugaan sementara, pengeroyokan terjadi karena salah paham antara mahasiswa yang terlibat. Korban pun telah melaporkan kejadian kepada pihak berwajib pada Minggu (31/10/2021) setelah videonya viral di media sosial.
Politeknik Negeri Sriwijaya pun langsung memberikan keterangan resminya melalui akun Instagram mereka, @polsriofficial pada Senin (1/11/2021).
Dalam unggahan tersebut, kampus mengimbau agar para mahasiswa tidak terhanyut dalam suasana yang ada, yang sempat viral di media sosial.
Kampus juga menegaskan agar para mahasiswa tidak melakukan tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan orang lain. Polsri dengan tegas akan membantu adanya proses hukum yang berlaku.
"Politeknik Negeri Sriwijaya mengingatkan dengan tegas bagi setiap pelanggaran, bahwa lembaga akan menegakkan aturan, baik secara pidana maupun secara akademik. Sebagai lembaga pendidikan, Polsri akan menyediakan proses pendidikan terbaik dengan mengedepankan rasa aman, nyaman serta perlindungan bagi para mahasiswa/pelapor yang menempuh masa studinya," tulis Polsri dikutipJIBIĀ pada Senin.
Imbauan tersebut ditandatangani oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Ahmad Zamberi pada 31 Oktober 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Naikkan Gaji 60 Persen Saat Perang, Strategi atau Tanda Krisis?
- BPOM Cabut Izin Edar 8 Kosmetik, Promosi Berbau Asusila
- KPK Periksa Gus Alex Terkait Korupsi Kuota Haji Seusai Penahanan Yaqut
- Ledakan Keras di Masjid Jember Saat Tarawih, 1 Jemaah Dilarikan ke RS
- Chelsea Kena Sanksi Rp225 Miliar, Ini Sebabnya
Advertisement
Waspada Libur Lebaran: Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Wisata Sleman
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Persimpangan Jalan Banyumas Akan Dijaga Petugas Saat Mudik
- Van Gastel Siapkan Sanksi Jika Pemain PSIM Kembali Tak Fit Pascalibur
- Mudik Lebaran Bisa Jadi Media Belajar Anak
- Uber Cup 2026: Harapan Indonesia Akhiri Puasa Gelar 30 Tahun
- Misi Berat Ashley Cole: Hentikan 7 Laga Tanpa Menang Cesena
- Dua Perempuan Bobol Rumah Kosong di Kulonprogo, Motor Dibawa Kabur
- Janice Tjen Tantang Putintseva di Debut Miami Open 2026
Advertisement
Advertisement







