Jokowi Pilih Naik Garuda Indonesia untuk Keliling 3 Negara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bertolak ke Roma untuk menghadiri KTT G20 pada Jumat, 29 Oktober 2021. Pada KTT tersebut, Presiden Jokowi akan menerima tongkat estafet Presidensi G20 dari PM Italia. - BPMI Setpres
29 Oktober 2021 15:37 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (29/10/2021) ini memulai rangkaian kunjungan kerja ke luar negeri, ke tiga negara yakni Italia, Inggris Raya, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Jokowi dijadwalkan terbang ke Roma, Italia pada hari ini untuk hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 30 - 31 Oktober 2021.

Kemudian, Presiden akan melanjutkan kunjungan ke Glasgow, Inggris Raya untuk menghadiri KTT Pemimpin Dunia COP26 yang berlangsung pada tanggal 1-2 November 2021. KTT yang dipimpin oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tersebut akan dihadiri oleh 120 kepala negara dan kepala pemerintahan.

Selanjutnya, Jokowi akan bertolak ke UEA guna melakukan kunjungan kerja pada tanggal 3-4 November 2021. Presiden diagendakan untuk melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed (MBZ) dan Emir Dubai Mohammed bin Rashid.

Jokowi bersama rombongan lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dengan menggunakan Pesawat Garuda Indonesia (GIA-1) pada pukul 09.15 WIB.

Deputi BIdang Protokol Pers dan Media Bey Machmudin telah mengonfirmasi hal tersebut. Jokowi akan bertolak ke tiga negara tersebut menggunakan Garuda Indonesia.

"Iya [Jokowi menggunakan pesawat Garuda Indonesia]. Ada penjelasan nanti," ujarnya saat dikonfirmasi JIBI, Jumat (29/10/2021).

Dalam keterangannya sebelum lepas landas, Presiden Jokowi menyatakan bahwa kunjungan ke Italia merupakan rangkaian awal kunjungan kerjanya ke tiga negara, yaitu Italia, Britania Raya, dan Persatuan Emirat Arab.

Di Roma, Italia, Presiden Jokowi akan berpartisipasi pada KTT G20 yang digelar pada 30-31 Oktober 2021. Sedangkan di Glasgow, Britania Raya, Presiden akan berpartisipasi dalam KTT Pemimpin Dunia COP26, pada tanggal 1-2 November 2021. Selain itu, Presiden juga akan melakukan kunjungan bilateral ke Persatuan Emirat Arab.

"Ini adalah kunjungan bilateral pertama saya di masa pandemi. Saya akan pergunakan kunjungan ini untuk memperkuat kerjasama, terutama di bidang perdagangan dan investasi," kata Jokowi, lewat siaran resmi, Jumat (29/10/2021).

Presiden Jokowi dan rombongan akan menempuh penerbangan menuju Roma selama kurang lebih 13 jam.

Presiden diperkirakan akan tiba di Fiumicino Airport, Roma, pada pukul 17.25 Waktu Setempat (WS) dan akan langsung menuju hotel tempatnya bermalam selama di Roma, Italia.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Roma, Italia, adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Marsda TNI M. Tonny Harjono

Selain itu, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri/Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin juga turut mendampingi Jokowi.

Menurut pantauan Bisnis, nampak sejumlah pejabat melepas keberangkatan Presiden Jokowi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta diantaranya Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kaporlri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra turut melepas keberangkatan Presiden Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta.

Kunjungan Jokowi menggunakan pesawat Garuda Indonesia menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah untuk menyelematkan maskapai berpelat merah tersebut.

Sebelumnya, Kementerian BUMN membenarkan rencana untuk menyiapkan PT Pelita Air Service (PAS) sebagai maskapai berjadwal nasional menggantikan PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA).

Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo menjelaskan rencana tersebut telah disiapkan untuk mengantisipasi apabila restrukturisasi dan negosiasi yang sedang dijalani oleh Garuda tak berjalan mulus.

Tiko, sapaan akrabnya, menjelaskan kondisi arus kas dan operasi harian maskapai pelat merah tersebut sangat minim.

Menurutnya, jadwal dan frekuensi penerbangan emiten berkode saham GIAA tersebut sangat bergantung terhadap kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat.

Dengan demikian, kondisi Garuda pun semakin rentan dengan arus kas yang kian tipis dari sisi arus kas apabila timbul kebijakan pengetatan pergerakan kembali kedepannya.

"Benar [Pelita dipersiapkan menjadi pengganti Garuda] karena kalau recovery penumpang udara meningkat, akan terjadi shortage serius jumlah pesawat di Indonesia. Ini karena banyak sekali pesawat yang digrounded oleh lessor,” ujarnya, Rabu (20/10/2021).