Pemerintah Harus Tegas untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Petugas medis melakukan perawatan pasien di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, Minggu (4/7/2021). - Antara/Hendra Nurdiyansyah
26 Oktober 2021 07:57 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Univeritas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono meminta pemerintah turut mendorong target vaksinasi Covid-19 kepada 70 persen penduduk di tingkat global bisa segera tercapai.

“Vaksinasi tidak hanya diperlukan di Asean, tetapi juga global sehingga melalui berbagai event internasional baiknya pemerintah turut mendorong hal tersebut,” katanya, Senin (25/10/2021).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong agar target vaksinasi Covid-19 kepada 70 persen penduduk di Asean bisa segera tercapai.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidatonya Asean Business and Investment Summit. Pada kesempatan itu, Jokowi menekankan bahwa kesamaan visi, semangat, kolaborasi, dan kebersamaan langkah merupakan kunci utama kebangkitan ekonomi Asean.

Pandu meyakini Covid-19 di Indonesia mulai melandai. Namun, ancaman gelombang ketiga masih mungkin terjadi pada akhir 2021 mengingat sejumlah event-event internasional diselenggarakan di Indonesia.

“Penanganan pandemi itu yang utama dan pemulihan ekonomi itu nomor selanjutnya, karena jika Covid-9 tidak ditangani maka kegiatan masyarakat dan ekonomi tidak akan pulih. Itu hukum alam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pandu menjelaskan penyebaran Covid-19 di berbagai belahan dunia akan terjadi dan tidak bisa dicegah, tetapi bisa ditekan melalui tindakan yang selama ini sudah dilakukan dan sebaiknya makin diperkuat.

Menurutnya, Indonesia sudah memiliki langkah antisipasi yang baik mulai dari pengetatan pintu masuk, meningkatkan penanganan pandemi Covid-19 dengan serius, apabila dilakukan secara konsisten maka keadaan tidak akan berpotensi memburuk.

“Pemerintah tidak bisa main-main dan harus tegas, saat ini Indonesia dinilai menjadi negara yang baik dalam penanganan pandemi Covid-19. Ketegasan ini harus terus berlanjut karena ada banyak agenda besar ke depannya,” katanya.

Sekadar informasi, Indonesia akan menjadi tuan rumah atau presidensi G20 mulai 1 Desember 2021 hingga 31 November 2022.

Selain itu, juga akan ada acara kejuaraan dunia Indonesian Youth Championship U-20 yang akan diikuti oleh klub Eropa; Barcelona, Real Madrid, Manchester United, dan Chelsea, dan Indonesian All Star pada tanggal 1-8 Desember 2021 di Bali.

Selanjutnya, BRI Liga 1 yang akan diikuti oleh 18 Klub ternama di Indonesia, termasuk Bali United, juga akan digelar di Bali pada Desember 2021 atau Januari 2022.

Sementara itu, di bidang bulu tangkis Indonesia juga akan menyelenggarakan perhelatan internasional seperti Indonesia Masters 2021 pada 16-21 November 2021.

Kemudian Indonesia Open yang diselenggarakan 23-28 November 2021 dan BWF World Tour Final pada 1-5 Desember 2021. Ketiga agenda bulutangkis tersebut akan berlangsung di Bali.

Sumber : JIBI/Bisnis.com