Advertisement
Mengenal Gempa Swarm, Gempa yang Guncang Salatiga 24 Kali
Ilustrasi seismograf. Alat ini merupakat perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya Gempa swarm yang terjadi di wilayah Salatiga.
Pada Sabtu (23/10/2021), setidaknya wilayah Banyubiru, Ambarawa dan Bawen mengalami gempa swarm.
Advertisement
Mengutip dari laman Twitter BMKG, Gempa swarm adalah serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dgn frekuensi kejadian yg sangat sering dan relatif lama di suatu kawasan.
Gempa swarm terjadi tanpa ada gempa utama (mainshock), seperti pada umumnya gempa utama lebih besar kekuatannya dibandingkan gempa susulan.
Karena aktivitasnya yang terus menerus, gempa ini jarang yang menimbulkan kerusakan.
Kemudian jika gempa swarm ditemukan di wilayah pesisir pantai, maka efek dari guncangannya tak akan menimbulkan tsunami.
Dari laporan BMKG, gempa swarm tidak hanya berkaitan dengan kawasan gunung api.
Beberapa laporan menunjukkan bahwa aktivitas swarm juga dapat terjadi di kawasan non-vulkanik.
Kemudian gempa swarm juga dapat terjadi di kawasan dengan karakteristik batuan yang rapuh yang terbangun medan tegangan, sehingga mudah terjadi retakan (fractures).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement







