Geliat Literasi Magelang di Tengah Pandemi Covid-19

Pengunjung membaca buku di Perpustakaan Kota Magelang, Kamis (21/10/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari
23 Oktober 2021 07:57 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG—Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Magelang turun dari level 3 menjadi level 2. Mulai Selasa (19/10/2021) Perpustakaan Kota Magelang pun mulai dibuka kembali. Seperti apa suasana di pusat literasi tersebut? Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Nina Atmasari.

Dayu bersemangat sekali. Warga Paten Jurang Kota Magelang itu mengajak anaknya, Arfa yang baru berusia lima tahun ke Perpustakaan Kota Magelang pada Kamis (21/10/2021). Kegiatan ini sudah beberapa bulan tidak ia lakukan, sebab perpustakaan itu tutup karena PPKM.

“Kemarin dapat informasi dari teman kalau perpustakaan mulai buka. Saya langsung membawa anak ke sini. Ajak keponakan juga. Saya yakin protokol kesehatannya pasti diterapkan dengan baik, jadi aman,” katanya, di sela-sela menunggui anaknya bermain di ruang layanan anak perpustakaan Kota Magelang.

Benar saja. Sebelum masuk ke gedung yang ada di Jl. Kartini No. 4 itu, ia diterima olah beberapa petugas yang mengingatkan tentang penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Petugas itu memeriksa suhu tubuh dan mewajibkan pengunjung mencuci tangan dengan hand sanitizer yang sudah disediakan. Bahkan, petugas membagikan masker gratis pada pengunjung yang datang.

Sebelum pandemi Covid-19, Dayu selalu mengajak anaknya mengunjungi perpustakaan tersebut minimal sekali sepekan. Tujuannya untuk mengajarkan kegiatan bermain edukatif menggunakan fasilitas yang disediakan. Selain itu, juga mengajarkan bacaan anak-anak.

Kebahagiaan juga diungkapkan oleh Mita. Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Semarang asal Bandongan, Kabupaten Magelang itu kini punya alternatif tempat mengerjakan tugas. Jika sebelumnya ia kadang mengerjakan tugas di kafe, kini ia bisa memilih di perpustakaan yang suasananya tenang dan apalagi ada free wifi. “Mau ujian, jadi harus belajar di tempat yang tenang,” katanya.

Beda lagi dengan Siera Geal Azzura. Siswi SMPN 1 Kota Magelang ini senang bisa membaca banyak buku yang digemarinya, yaitu bidang sosial dan manajemen. Sebelumnya, saat perpustakaan masih tutup, ia memilih membeli buku yang ingin dibacanya. “Sekarang bisa pinjam ke perpustakaan dan membaca di sini,” katanya.

Kasi Pengolahan Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang, Leny A Mesah, mengungkapkan seiring turunnya level PPKM Kota Magelang menjadi level 2, perpustakaan itu sudah dibuka kembali mulai 19 Oktober 2021, dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Jika sebelumnya perpustakaan hanya melayani peminjaman dan pengembalian buku, kini seluruh fasilitas di perpustakaan itu sudah dibuka kembali, meliputi ruang layanan anak, baca di tempat, free wifi, audio visual, komputer, ruang baca outdoor, aplikatif bisnis, terbitan berkala, deposit, referensi hingga layanan untuk difabel. Sebelumnya, pelayanan ditutup sejak 3 Juni atau dimulainya PPKM Darurat. “Saat ini semua layanan sudah dibuka, tetapi ada peraturannya. Pengunjung kami batasi maksimal 50 orang dalam satu waktu, jumlah itu sesuai aturan yaitu 25 persen dari kapasitas ruangan 200 orang. Di dalam tempat baca kami atur jarak mejanya. Kami juga memasang pembatas di atas meja,” jelas Leny.

Jam operasional perpustakaan mulai 07.30 WIB sampai 10.30 WIB, selanjutnya ditutup dan dilakukan penyemprotan desinfektan. Pada pukul 11.00 WIB, perpustakaan akan dibuka kembali sampai pukul 14.00 WIB. “Dalam dua hari ini, jumlah pengunjung tak sampai 100 orang. Kami terus menyosialisasikan bahwa perpustakaan sudah buka agar lebih banyak orang yang tahu dan memanfaatkan fasilitas ini,” katanya.

Perpustakaan itu kini memiliki 65.000 judul buku dari beragam kategori. Adapun jumlah anggota ada 36.436 orang. Anggota ini dibatasi yaitu domisili wilayah Kota dan Kabupaten Magelang. Sementara untuk warga di luar Magelang, belum bisa.

Kota Magelang masuk PPKM level 2 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.53/2021, tertanggal 18 Oktober 2021. Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengatakan, keberhasilan bisa turun level 2 dari level 3 ini berkat kerja sama yang baik, antara pemerintah, TNI/Polri, masyarakat, termasuk awak media.

"Beberapa faktor yang mendukung turunnya level ini di antaranya tidak ada kasus baru Covid-19 di Kota Magelang. Kemudian, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan angka kematian juga nol," katanya, Selasa.

Meski demikian, Dokter Aziz mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah, harus disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan ketat. Protokol kesehatan yang dimaksud yakni 5M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.