Advertisement

RI-Malaysia Kompak Jaga Stabilitas di Tengah Memanasnya Kawasan Indo Pasifik

Jaffry Prabu Prakoso
Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:37 WIB
Sunartono
RI-Malaysia Kompak Jaga Stabilitas di Tengah Memanasnya Kawasan Indo Pasifik Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (11/3/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan Indonesia dan Malaysia sepakat menjaga perdamaian meningkatnya rivalitas di kawasan Indo Pasifik.

“Kita berdua tidak menghendaki dinamika saat ini mengakibatkan tensi arms race dan juga power projection,” katanya melalui konferensi pers saat menerima kunjungan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah, dikutip Selasa (19/10/2021).

Retno menjelaskan bahwa situasi ini tentu tidak akan menguntungkan siapapun. Untuk itu, Indonesia-Malaysia sepakat untuk memperkuat kesatuan dan sentralitas Asean.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA : Kemenkes: Pelancong dari Arab Saudi dan Malaysia Paling

“Di saat yang sama meminta seluruh mitra Asean berkontribusi bagi stabilitas, keamanan, perdamaian dan kesejahteraan Kawasan dengan tetap menghormati hukum internasional,” jelasnya.

Kunjungan Menlu Malaysia juga membahas percepatan penyelesaian batas maritim kedua negara. Retno menuturkan bahwa Indonesia menyambut baik tim teknis kedua negara yang saat ini pada tahap akhir untuk dapat menyelesaikan batas maritim untuk laut territorial di segmen Selat Malaka bagian Selatan dan Laut Sulawesi.

Kedua negara sepakat agar isu yang masih belum selesai agar dapat diselesaikan. Indonesia berharap akan dapat tercapai kemajuan yang signifikan dalam waktu dekat.

Selain itu juga dibahas upaya untuk menyelesaikan perundingan batas maritim kedua negara tentunya sesuai dengan hukum internasional.

BACA JUGA : Permaisuri Raja Malaysia Membatik di Kraton Jogja

Advertisement

“Upaya penyelesaian negosiasi ini akan memberikan pesan penting bagi semua pihak mengenai prinsip penyelesaian isu melalui cara damai dan sesuai dengan hukum internasional dalam hal ini UNCLOS 1982,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Siapkan Gelar Permainan Rakyat Jogja, KPOTI DIY Audiensi ke Kundho Kabudayan

Jogja
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 22:57 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement