Advertisement
Perintah Tegas Jokowi ke Erick Thohir: BUMN Sakit, Langsung Tutup!
Presiden Joko Widodo dalam Ratas Laporan Komite Penanganan Covid/19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 23 November 2020 / Youtube Setpres
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir untuk menutup BUMN yang tidak efektif atau sakit dan tidak mampu meningkatkan daya saing.
Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan arahan kepada para direktur utama BUMN di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/10/2021).
Dalam arahannya Jokowi meminta kepada para direktur utama BUMN untuk lebih berani dalam berkompetisi dan mengambil risiko. Kepala Negara pun menginstruksikan Menteri BUMN untuk tidak lagi memberikan proteksi kepada perusahaan BUMN dalam kondisi menurun.
Advertisement
"Kalau yang lalu-lalu, BUMN-BUMN-nya banyak terlalu keseringan kita proteksi. Sakit, tambahi PMN. Sakit, suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali! Dan, akhirnya itu yang mengurangi nilai-nilai yang tadi saya sampaikan. Berkompetisi enggak berani, bersaing enggak berani, mengambil risiko enggak berani. Ya bagaimana profesionalisme, kalau itu tidak dijalankan?" ujar Jokowi dikutip dari kanal Youtube Setpres, Jumat (15/10/2021).
Jokowi juga mendorong BUMN untuk go global dan berani bersaing di kancah internasional khususnya di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini. Untuk mewujudkannya, dia menyebut penataan dan adaptasi model bisnis serta teknologi harus dilakukan sesegera mungkin.
"Kalau saudara-saudara tidak merespons dari ketidakpastian ini dengan adaptasi secepat-cepatnya, kalau Pak Menteri sampaikan kepada saya Pak, ini ada perusahaan seperti ini, kondisinya BUMN… kalau saya langsung tutup saja! Enggak ada diselamat-selamatin," tegas Jokowi.
Dia juga menyinggung bahwa seluruh direktur BUMN yang terpilih sudah melalui proses seleksi ketat dan pintar-pintar, sehingga tidak perlu lagi diajari soal manajemen. Para direktur BUMN, imbuhnya, harus percaya diri dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.
Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya sebetulnya sudah memerintahkan sejak tujuh tahun lalu untuk secepatnya menggabungkan, mengonsolidasikan, mereorganisasi BUMN yang dinilainya terlalu banyak.
"Tadi sudah disampaikan oleh Pak Menteri BUMN [Erick Thohir], [dulu] ada 108 [BUMN], sekarang sudah turun menjadi 41 [BUMN], ini sebuah fondasi yang sangat baik, kemudian diklasterkan, itu juga baik. Yang paling penting, ke depan, yang ingin kita bangun adalah nilai-nilai, core value," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
Advertisement
Pelaku Industri Perikanan DIY Dilibatkan dalam Program MBG
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Investor Belum Masuk JJLS Bantul, Status Sultan Ground Jadi Kendala
- Awal Februari, Kantor Imigrasi Kulonprogo Siap Layani Paspor
- Jadwal KA Prameks Jogja Kutoarjo Hari Ini, Sabtu 24 Januari 2026
- Jadwal KA Bandara YIA-Stasiun Tugu Jogja Hari Ini, 24 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling di Jogja Sabtu Malam Ini, Cek Lokasinya
- Jadwal Pemadaman Listrik di Jogja dan Bantul, Sabtu 24 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo Hari Ini, Sabtu 24 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



