KAI Commuter: Penggunaan Kartu Multi Trip Telah Mencapai 62 Persen

Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah Jakarta, suasana penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor terlihat lengang serta kapasitas pengguna hanya 50 persen dengan membatasi setiap gerbongnya hanya dapat diisi 74 penumpang. ANTARA FOTO - Arif Firmansyah
12 Oktober 2021 23:27 WIB Rahmi Yati News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mencatat kartu uang elektronik, Kartu Multi Trip (KMT) kini sudah digunakan oleh 62 persen pelanggan kereta rel listrik (KRL).

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan sejak November 2019, KMT telah mengantongi izin dari Bank Indonesia sebagai uang elektronik. Kartu ini direncanakan untuk dapat digunakan sebagai alat pembayaran di KRL Jabodetabek maupun di luar ekosistem KAI Commuter.

Menurut Anne, KMT telah terbukti andal sebagai alat pembayaran di transportasi perkotaan yang volume penggunaannya tinggi dan memerlukan kecepatan. Dalam ekosistem KRL Jabodetabek di masa sebelum pandemi yang mampu melayani hingga satu juta pengguna per hari, mayoritas pengguna memakai KMT. 

"Penggunaan KMT sebagai alat pembayaran saat ini sudah mencapai 62 persen. Ini menjadikan KMT sebagai alat pembayaran yang paling banyak digunakan di KRL," ujarnya, Selasa (12/10/2021).

Anne menyebut, saat ini terdapat sekitar 5,5 juta unit KMT yang beredar. Pada masa pandemi bahkan penjualan KMT mencapai 1,3 juta unit sepanjang 2021. Terlebih, KMT ini juga bisa digunakan ketika menggunakan KRL yang saat ini beroperasi di Jogja – Solo.

Dalam pengembangan sistem tiket elektroniknya, KAI Commuter juga membuka kerja sama baik dengan perbankan maupun platform lain seperti Link Aja yang menggunakan tiket dengan kode QR. Kerja sama dengan berbagai pihak dan perkembangan tekonologi terbaru juga sangat dimungkinkan.

"Penggunaan kartu uang elektronik bank juga terus tumbuh sejalan dengan program digitalisasi dan peningkatan transaksi non-tunai di KRL," imbuh Anne.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia