Airlangga Akui Jalin Komunikasi Terus Menerus dengan Ganjar

Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto usai bertemu dengan kader Golkar DIY, Sabtu (8/10/2021) malam. - Ist.
09 Oktober 2021 20:07 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui dirinya bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam kunjungannya ke Jawa Tengah mendampingi Wapres Ma’ruf Amin. Pertemuan itu disebut membahas tentang hal khusus, namun Airlangga enggan membeberkan jika dikaitkan dengan isu Pilpres 2024.

“Kemarin sama Pak Wapres, ketemu Pak Ganjar, siang,” kata Airlangga saat ditanya wartawan usai menghadiri konsolidasi tertutup dengan kader Partai Golkar DIY di salah satu hotel Kota Jogja, Sabtu (8/10/2021) malam.

Airlangga mengakui ada perbincangan khusus dalam pertemuannya dengan Ganjar Pranowo tetapi enggan membeberkan isinya ke publik. “Perbincangan [dengan Ganjar] sangat khusus terus menerus, tetapi tidak untuk  [dikonsumsi] publik,” ucapnya.

BACA JUGA : Gaya Komunikasi Politik Airlangga Dinilai Bisa Naikkan

Sebelumnya Airlangga sempat bertemu dengan Ganjar Pranowo saat acara Haul Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten pada 24 September 2021 lalu. Duet antara kedua tokoh tersebut dalam Pilpres 2024 pun santer dibicarakan oleh para pengamat politik di tanah air.

Meski demikian Airlangga enggan berkomentar lebih jauh, ia lebih fokus menjalankan tugasnya sebagai Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) dan sejumlah agenda nasional. Salah satunya melalui partainya, ia mendorong agar pelaksanaan Pemilu 2024 di gelar pada Bulan Mei dengan pertimbangan pada 2022 Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT G-20 Presidency.

“Saat ini [jadwal Pemilu 2024] masih pembahasan di DPR, di mana pemilu apakah di Februari atau Mei, tetapi Partai Golkar mendorong pertengahan Mei, saat ini masih pembahasan di Komisi II,” ujarnya.

Airlangga mengatakan KTT G-20 adalah siklus 20 tahunan sehingga momentum tersebut harus dimanfaatkan Indonesia untuk menentukan perkembangan perekonomian maupun kepentingan negara berkembang. Selain itu dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum diketahui sampai kapan berakhirnya ini pelaksanaan Pemilu jangan sampai membuat konsentrasi terhadap agenda nasional terpecah. Mengingat siklus tahapan pemilu dilaksanakan 20 bulan sebelum hari H pelaksanaan, jika dilaksanakan Februari 2024 maka pada Juni 2022 siklus tersebut harus dimulai. Padahal saat itu Indonesia masih fokus sebagai tuan rumah G-20.

“Dalam situasi pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir sehingga tentu sikus nanti bisa membuat kita tidak berkonsentrasi agenda nasional sehingga membuat perhatian pecah. Padahal kita juga punya tugas menjadikan pemimpin negara, kondisi penanganan Covid dan pemulihan ekonomi jadi contoh negara lain,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar Gandung Pardiman menilai sikap kepimpinan Airlangga yang selalu mengutamakan kepentingan nasional pantas diapresiasi. Oleh karena itu Golkar sejak awal sepakat menunjuk Airlangga sebagai Capres di 2024. Ia menilai Airlangga menjadi salah satu calon yang paling siap di antara calon unggulan lainnya karena sudah pasti memiliki kendaraan politik. Sehingga Golkar optimistis menatap Pilpres 2024 mendatang dengan mendukung Airlangga sebagai Capres. Selain pancasilais, kata dia, tugasnya tergolong prestisius, saat ini sebagai Menteri Koordinator yang diserahi tugas mengentaskan kemiskinan di Indonesia. 

BACA JUGA : Datang ke Sleman, Menteri Airlangga Ungkap soal Joki Program Prakerja

“Kalau soal pasangan kami minta untuk hati-hati jangan terjebak untuk menang, kriteria akan dirumuskan bersama-sama. Karena banyak sekali yang ingin mendampingi Pak Airlangga, sehingga banyak pilihan,” kata Ketua DPD Golkar DIY ini.

Ia menambahkan sejalan dengan pelaksanaan HUT Partai Gokar tahun 2021 ini DIY akan memasang sekitar 75 papan iklan terkait Airlangga, kemudian baliho satu titik di setiap desa. Menurutnya tidak ada masalah ketika nantinya ada kritik dari masyarakat terkait pemasangan baliho, Golkar sangat terbuka dengan masukan dari masyarakat.

“Dulu ada kritik Covid-19 kok mengkritik baliho, tetapi kan Pak Airlangga bekerja terus, sehingga kasus turun dan ekonomi mulai naik,” ucapnya.