Airlangga: Pelaku Usaha Perempuan Perlu Didukung Pembiayaan Maksimal

Ilustrasi
06 Oktober 2021 06:47 WIB Wibi Pangestu Pratama News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Kualitas usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM yang dikelola perempuan dinilai dapat terus ditingkatkan, seiring terus bertambahnya usaha yang dijalankan ibu rumah tangga. Pembiayaan bagi mereka menjadi kunci pengembangan UMKM.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan program kredit usaha rakyat (KUR) super mikro merupakan salah satu program yang menyasar ibu rumah tangga pelaku usaha. Pembiayaan perlu disalurkan dengan lebih optimal agar bisnis mereka berkembang.

BACA JUGA : Separuh UMKM di Kota Jogja Belum Kantongi NIB

Menurutnya, UMKM menjadi penopang perekonomian Indonesia, sehingga perlu dijaga dari dampak pandemi Covid-19. Baik UMKM secara umum maupun yang dijalankan perempuan perlu didukung oleh pembiayaan.

Pemerintah juga mendorong upaya digitalisasi agar ibu rumah tangga yang menjalankan UMKM dapat mengembangkan usahanya lebih besar. Langkah itu dilakukan karena berdasarkan sejumlah studi, potensi ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar.

“Dengan berbagai potensi ini diharapkan UMKM dapat memanfaatkan infrastruktur digital termasuk juga bagi para pelaku UMKM Perempuan,” ujar Airlangga dalam webinar bertema UMKM Perempuan Bangkit, Ekonomi Indonesia Terungkit, pada Selasa (5/10/2021).

Menurut Airlangga, pada 2020, 77 persen UMKM perempuan menyatakan bahwa penjualannya menurun dan 34 persen UMKM perempuan menyatakan akan menutup usahanya dalam waktu dekat.

BACA JUGA : 1.126 UKM di Kota Jogja Terima BPUM

UMKM memberikan kontribusi Rp9.580 triliun atau 60,51 persen terhadap PDB. Saat ini terdapat di sekitar 64,2 juta UMKM yang menghimpun sampai 60,42 persen dari total investasi dan menyerap 96,92 persen total tenaga kerja Indonesia.

Seiring besarnya kontribusi UMKM terhadap ekonomi, pemerintah memberikan dukungan bagi UMKM melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Alokasi anggaran yang disediakan khusus bagi UMKM sebesar Rp95,13 triliun.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia