Kiat DKI Jakarta Berhasil Turunkan Covid-19 di Bawah 300 Kasus

Kode batang (QR Code) aplikasi PeduliLindungi di Pintu Gerbang Utama Timur, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/9/2021). Taman Impian Jaya Ancol menjadi salah satu dari 20 destinasi wisata yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai lokasi uji coba tahap awal penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk tempat wisata di masa PPKM. ANTARA FOTO - Aprillio Akbar
26 September 2021 07:37 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — DKI Jakarta menjadi provinsi yang dianggap paling sukses menekan laju penularan Covid-19. Data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan Ibu Kota berhasil menekan angka terkonfirmasi harian hingga ke di bawah 300 kasus dalam beberapa hari terakhir.

Padahal sebelumnya, DKI Jakarta sempat menjadi salah satu episentrum penularan dengan kenaikan kasus hingga lebih dari 12.000 kasus pada pertengahan Juli lalu.

Penuruan kasus tersebut menjadi wujud keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam penanganan pandemi Covid-19 sejak awal kemunculannya.

“Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, Jakarta langsung bergerak mengantisipasinya melalui pembentukan Tim Tanggap Covid-19,” ujar narator Pemprov DKI Jakarta melalui video yang diunggah melalui akun Instagram @dkijakarta, Sabtu (25/9/2021).

Pemprov DKI Jakarta juga mempraktikkan teori penanganan pandemi dengan lima hal yaitu: kolaborasi, scientifik, data driven policy, transparansi, dan kesiapan sistem.

Pemprov DKI juga berkolaborasi dengan sejumlah epidemiolog hingga asosiasi profesi untuk memberikan masukan dalam menentukan kebijakan pada masa pandemi.

“Data selalu menjadi pegangan. DKI Jakarta selalu mendengarkan saintis dan menganggap data itu penting dan menangani pandemi ini berbasis sains,” kata narator dalam video tersebut.

Upaya 3T yakni testing, tracing, dan treatment terus dimasifkan agar semakin banyak kasus positif yang dilacak lebih dini bisa mendapatkan perawatan lebih baik.

Selain itu, peningkatan kapasitas rumah sakit hingga tempat isolasi menjadi upaya lain dalam penanganan pandemi Covid-19.

Semua upaya tersebut kini membuahkan hasil. Kasus aktif di DKI Jakarta kini menyisakan sekitar 3.000 (per 13 September 2021) dari yang sebelumnya pernah menyentuh 113.000 kasus pada pertengahan Juli lalu.

Angka kematian juga terus tertekan hingga ke angka dibawah 10 pada pertengahan bulan ini.

Vaksinasi sebagai salah satu upaya utama pengendalian pandemi juga gencar dilakukan di Jakarta.

“Atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, Pemprov DKI Jakarta bisa melaksanakan vaksinasi massal,” katanya.

Dengan dukungan TNI, Polri, dan Kejaksaan Tinggi kini tercatat lebih dari 10 juta dosis pertama sudah disuntikkan dan 6,9 juta untuk dosis kedua.

Artinya, setiap kecamatan telah memvaksinasi minimal 60 persen warganya.

Dengan segala upaya tersebut, tidak salah jika Indeks Pengendalian Covid-19 oleh Kompas, DKI Jakarta mendapatkan poin 91 per 6 September 2021, meningkat dua kali lipat, jika dibandingkan dengan 2 bulan sebelumnya, dan menjadi provinsi tersukses dalam mengendalikan pandemi Covid-19.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia