Bukan Instagram atau Facebook, Pebisnis Online Rekomendasikan TikTok untuk Pemasaran

Seminar daring Pengembangan Kewirausahaan pada Masa Pandemi; Digital Marketing & Branding, Sabtu (25/9/2021). - Zoom.
25 September 2021 21:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Memasarkan produk agar dikenal masyarakat lewat digital memang bukan perkara mudah. Terutama menggunakan platform yang sudah lama dan banyak digunakan dengan jumlah pesaing yang banyak. Pelaku bisnis online merekomendasikan TikTok sebagai platform terkini yang sedang ngetren sebagai media pemasaran digital era.

Praktisi Bisnis Online Anom Adi Nugroho menjelaskan selama pandemi, ia mendapatkan ratusan curhat sesama pelaku usaha online yang mengalami kesulitan pemasaran di facebook yang dinilainya tidak mudah seperti dahulu. Menurutnya peluang pemasaran di facebook tetap ada, namun persentasenya kecil.

“Kalau sekarang teman-teman main facebook, saya jamin setengah mati susahnya, saya beruntung karena mulai duluan, sekarang susah. Apalagi ditambah pandemi,” katanya dalam seminar daring Pengembangan Kewirausahaan pada Masa Pandemi; Digital Marketing & Branding, Sabtu (25/9/2021).

BACA JUGA : Bisnis Properti di DIY Kembali Terpuruk, Hanya Bisa

Begitu juga dengan Instagram, kata dia, jika saat ini akan menggunakan platform ini untuk memulai memasarkan, tergolong agak terlambat. Kendala yang dihadapi adalah kesulitan bersaing dengan platform yang sudah banyak penggunanya sebagai media untuk memasarkan produk.

“Biasanya kalau algoritma platform sudah lama itu, sebanyak apa pun follower kita itu maksimal 5 sampai 10 persen yang bisa mengakses konten kita,” ujarnya.

Sebagai praktisi, kata dia, salah satu platform yang saat ini sedang ngetren dan mudah sebagai media pemasaran digital adalah TikTok. “Jadi kalau ingin memulai membangun pemasaran digital, saya merekomendasikan TikTok. Kalau sudah tinggi followernya nanti mudah menyebarkan ke platform yang lain termasuk menjual produk,” ucapnya.

Akantetapi untuk secara umum masih ada kesempatan untuk membangun ekosistem digital. Terutama saat pandemi ini yang semakin banyak perkembangan  salah satunya mengurangi kegiatan tatap muka dan diarahkan secara online.

“Kami bersama teman-teman di kantor karena sebelumnya banyak yang WFH, di saat Covid-19 menurun, ada unit yang ingin terus WFH, karena dengan digital produktivitas tidak menurun,” katanya.

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan saat ini menunjukkan peningkatan tren anak muda berbisnis online dengan hasil cukup besar. Berdasarkan data BPS 2017 jumlah milenial antara usia 19-34 yang berbisnis tercatat 1,07 juta jiwa dengan omzet mencapai Rp11,2 triliun. Meski pun jumlah itu saat ini terus meningkat namun persentase anak muda yang berbisnis di level Asean masih rendah.

BACA JUGA : 34 Pelaku Usaha Dilatih Pemasaran Online

Saat ini pemerintah bersama DPR RI melalui kebijakan anggaran terus berusaha memperjuangkan kemudahan dalam berbisnis online salah satu pemberian fasilitas internet di wilayah blankspot. Melalui program ini diharapkan lebih banyak anak muda yang menggunakan internet untuk berbisnis.

“Kami berusaha memperjuangkan untuk pemasangan wifi di sejumlah titik blankspot seperti di Kulonprogo, sudah ada pemasangan, tetapi wifi ini satelitnya sewa jadi bandwidth terbatas. Nanti di 2023, rencananya Indonesia akan membeli satelit, nanti kemungkinan bandwidth akan lebih besar bisa digunakan,” ujarnya.