Advertisement

Studi: Vaksin Sinovac Sangat Efektif Cegah Sakit Berat Akibat Covid

Mia Chitra Dinisari
Sabtu, 25 September 2021 - 17:57 WIB
Budi Cahyana
Studi: Vaksin Sinovac Sangat Efektif Cegah Sakit Berat Akibat Covid Kemasan vaksin Covid-19 diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV), Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO - M Agung Rajasa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Vaksin Sinovac disebut sangat efektif menghindari dampak parah dari virus Corona.

Studi pemerintah Malaysia menemukan 0,011% dari sekitar 7,2 juta penerima suntikan memerlukan perawatan di unit perawatan intensif untuk infeksi. Sebaliknya, 0,002% dari sekitar 6,5 juta penerima vaksin Pfizer/BioNTech membutuhkan perawatan ICU untuk infeksi, sementara 0,001% dari 744.958 penerima vaksin AstraZeneca membutuhkan perawatan serupa. Demikian dilansir dari Asia Nikkei.

Meskipun suntikan vaksin dari Pfizer/BioNTech dan AstraZeneca menunjukkan tingkat perlindungan yang lebih baik.

Vaksin tersebut telah di bawah pengawasan menyusul laporan infeksi di antara petugas kesehatan yang diimunisasi penuh dengan Sinovac di Indonesia dan Thailand.

Dilansir dari Malaysiakini, Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin memastikan semua vaksin Covid-19 dalam Program Imunisasi Nasional Covid-19 sangat efektif mencegah kematian dan sakit parah akibat penyakit tersebut.

Namun, dia mengatakan kementerian sedang melakukan studi lebih lanjut tentang vaksin Sinovac, termasuk kemungkinan memberikan suntikan booster bagi penerimanya.

Kalaiarasu Peariasamy, direktur di Institute for Clinical Research yang melakukan penelitian bersama dengan gugus tugas COVID-19 nasional, mengatakan vaksinasi telah mengurangi risiko masuk ke perawatan intensif sebesar 83% dan menurunkan risiko kematian. sebesar 88 persen berdasarkan penelitian yang lebih kecil yang melibatkan sekitar 1,26 juta orang.

"Tingkat terobosan untuk penerimaan unit perawatan intensif sangat rendah," katanya, menambahkan penerimaan ICU secara keseluruhan di antara individu yang divaksinasi penuh mencapai 0,0066 persen.

Tingkat kematian orang yang divaksinasi lengkap juga rendah yaitu 0,01% dan mayoritas dari mereka berusia di atas 60 tahun atau dengan penyakit penyerta.

Ada perbedaan demografi penerima ketiga vaksin dan itu bisa menghasilkan hasil yang berbeda.

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Ada 3 Titik Banjir saat Hujan Deras di Jogja Sore Ini, Motor Ojol Hanyut

Jogja
| Minggu, 02 Oktober 2022, 19:17 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement