Bedakan Jenis Jamur yang Bisa Dimakan dan yang Beracun!

Jamur putih - Antara
24 September 2021 14:47 WIB Ni Luh Anggela News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA–Jamur menjadi salah satu jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi manusia. Selain itu, jamur juga dapat digunakan sebagai obat-obatan.

Tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua jamur yang tumbuh di planet ini aman untuk dikonsumsi.

Beberapa jenis jamur mengandung racun dan dapat membahayakan nyawa jika dikonsumsi. Karena itu, ada baiknya Anda mengetahui jamur mana yang beracun dan mana yang bisa dikonsumsi, merangkum BBC Good Food dan Britannica, Jumat (24/9/2021).
 
Jamur liar yang sebaiknya Anda hindari

Meskipun spesies jamur beracun hanya sedikit dari 70 hingga 80 spesies, banyak dari jamur mematikan ini memiliki kemiripan yang tidak menguntungkan dengan spesies yang dapat dimakan dan dengan demikian sangat berbahaya.

Berikut jenis jamur yang berbahaya dan sebaiknya dihindari:

1. Deadly dapperling (Lepiota brunneoincarnata)

Jamur ini diketahui mengandung amatoxins. Didistribusikan secara luas di seluruh Eropa dan sebagian Asia, jamur ini cukup berbahaya dan telah disalahartikan sebagai varietas yang dapat dimakan, meskipun keracunan tidak terlalu umum. Konsumsi yang tidak disengaja menyebabkan toksisitas hati yang parah dan dapat memiliki konsekuensi yang mematikan jika tidak segera mendapatkan pengobatan.
 
2. Podostroma cornu-damae

Jamur langka yang berasal dari Asia ini telah menyebabkan sejumlah kematian di Jepang dan Korea. Tubuh buah merahnya mengandung racun kuat yang dikenal sebagai mikotoksin trichothecene dan dapat menyebabkan kegagalan beberapa organ pada mereka yang kurang beruntung untuk mengkonsumsinya.
 
3. Destroying angels (Amanita species)

Destroying angels sebenarnya adalah beberapa spesies jamur serba putih dalam genus Amanita. Jamur yang sangat beracun ini sangat mirip dengan jamur kancing yang dapat dimakan dan jamur padang rumput. Salah satu spesies ini, Amanita bisporigera, dianggap sebagai jamur Amerika Utara yang paling beracun. Gejala memakan waktu 5 sampai 24 jam untuk muncul dan termasuk muntah, delirium, kejang, diare, gagal hati dan ginjal, dan sering menyebabkan kematian.
 
4. Autumn skullcap (Galerina marginata)

Jamur ini umum dijumpai di seluruh belahan bumi utara dan sebagian Australia. Tertelan menyebabkan diare, muntah, hipotermia, dan kerusakan hati, dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani.
 
5. Webcaps (Cortinarius species)

Jamur ini memiliki racun yang dikenal sebagai orellanin, yang awalnya menyebabkan gejala yang mirip dengan flu biasa. Orellanin memiliki periode laten yang sangat lama dan mungkin memakan waktu 2 hari hingga 3 minggu untuk menimbulkan gejala, sehingga sering kali menyebabkan kesalahan diagnosis. Toksin pada akhirnya menyebabkan gagal ginjal dan kematian jika tidak diobati.
 
6. Conocybe filaris

Jamur yang sangat umum di Pacific Northwest dapat berakibat fatal jika dimakan. Timbulnya gejala gastrointestinal sering terjadi 6 hingga 24 jam setelah jamur dikonsumsi, dan sering menyebabkan kesalahan diagnosis awal keracunan makanan. Pasien mungkin tampak pulih, namun, gangguan pencernaan yang mengancam jiwa akan kembali muncul, ditambah dengan gagal hati dan ginjal.
 
7. Death cop (Amanita phalloides)

Death cop adalah salah satu jamur yang paling mematikan, yang dapat dijumpai di seluruh Eropa. Dalam 6 sampai 12 jam setelah konsumsi, Anda akan mengalami nyeri perut hebat, muntah, dan diare yang disertai darah, menyebabkan hilangnya cairan dengan cepat dari jaringan dan rasa haus yang hebat.
 
Jamur liar yang dapat Anda makan

Setelah mengetahui jenis jamur yang tidak boleh dimakan, lantas, jamur apa saja yang bisa Anda makan?

1. Shitake

Jamur shitake merupakan jamur pangan asal Jepang. Jamur ini paling baik digunakan sebagai kaldu oriental dan hidangan mie pekat, seperti mie shitake jahe.
 
2. Enoki

Jamur putih yang sangat tipis ini digunakan terutama dalam masakan Jepang dan Asia Timur. Mereka tumbuh dalam rumpun yang terkadang masih melekat saat membeli. Sangat lezat jika Anda menambahkan mereka ke dalam kaldu dan tumisan.
 
3. Porcini

Karena jamur ini musiman, porcini segar sangat sulit ditemukan oleh karena itu, mereka dijual dengan harga yang sangat tinggi. Porcini kering bisa menjadi pengganti yang baik, lebih murah, tetapi perlu direhidrasi dalam air panas sebelum dimasak, yang memberi Anda bonus tambahan kaldu jamur yang kaya rasa.
 
4. Portobello

Portobello adalah jamur terbaik untuk digunakan sebagai isian. Selain itu, mereka memiliki aroma paling kuat dibandingan jenis jamur lainnya.
 
5. Tiram

Jamur tiram memiliki tubuh buah yang berwarna putih dan bentuk tudungnya mirip dengan cangkang tiram. Jamur tiram sangat cocok untuk hidangan pasta dan tumisan.
 
6. Chestnut

Jamur cokelat ini memiliki rasa yang sedikit lebih dalam. Mereka sangat lezat di pizza dan risotto.
 
7. Morel

Jamur yang dapat Anda temukan di Gunung Rinjani ini memiliki bentuk tudung seperti sarang lebah dan berwarna abu-abu kekuningan. Mereka biasanya tumbuh di pohon dengan kayu yang keras ataupun area bekas terbakar.

Sumber : bisnis.com