Advertisement

Benarkah Berbahaya Berolahraga saat Terkena Covid-19?

Restu Wahyuning Asih
Senin, 20 September 2021 - 14:37 WIB
Bhekti Suryani
Benarkah Berbahaya Berolahraga saat Terkena Covid-19? Ilustrasi Yoga - pixabay

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO - Seseorang yang didiagnosa terkena Covid-19 diminta untuk terus meningkatkan imunitas tubuh.

Meski tak mengalami gejala yang parah, pasien Covid-19 tak dianjurkan melakukan kegiataan yang berat.

Pasien justru dihimbau untuk terus mengonsumsi makanan yang sehat dan beristirahat yang cukup.

Meskipun sudah merasa sehat dan kuat, namun ternyata berolahraga berbahaya dilakukan saat terkena Covid-19.

Kenapa?

Olahraga memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Namun seseorang yang terkena Covid-19 sebaiknya membatasi olahraga untuk menjaga sistem pernapasan. 

Pasalnya, virus corona menyerang sistem pernapasan dan imunitas seseorang yang bisa berbahaya bagi para penderitanya.

Menurut American College of Cardiology, cedera jantung akut menjadi salah satu komplikasi yang umum terjadi akibat Covid-19. 

Seorang ahli terapi fisik Sharlynn Tuohy mengatakan, berolahraga saat terpapar Covid-19 membuat tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen. 

Hal ini menyebabkan kamu mengalami sesak napas yang lebih buruk.

Advertisement

Selain itu, virus corona menyebabkan adanya peningkatan kadar protein pembekuan darah dalam tubuh.

Jika tak berhati-hati, olahraga bisa menyebabkan munculnya pembekuan dari dari jantung menuju ke paru-paru.

Alasan lain perlunya membatasi berolahraga saat terpapar Covid-19 yakni untuk menjaga imunitas tubuh.

Advertisement

Olahraga saat badan tidak fit ternyata justru membuat imun semakin menurun.

Rachel Volkl, ahli terapis fisik di Rush University Medical Center di Chicago, mengatakan bahwa olahraga berintensitas tinggi dan berat saat sakit membuat respon kekebalan tubuh menjadi lebih buruk sehingga pemulihan akan lebih lama.

Namun tidak menutup kemungkinan bagi pasien Covid-19 untuk tetap melakukan kegiataan fisik agar tidak lemas.

Kegiataan yang bisa dilakukan yakni berjalan santai di rumah atau di kamar.

Advertisement

Melakukan peregangan dan pemanasan ringan setelah bangun tidur juga diperlukan agar badan tidak kaku setelah terus-terusan beristirahat.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

7 Kali Guguran Lava Gunung Merapi Terjadi Selama Sepekan

Sleman
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 16:47 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement