Luhut Ancam Daerah yang Target Vaksinasinya Tak Tercapai

Personel Satlantas Polres Bogor mengatur arus lalu lintas di jalan raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/8/2021). Kepadatan kendaraan terjadi di jalur wisata Puncak, Bogor pada akhir pekan dan masa PPKM level 3 sehingga Satlantas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah secara situasional. ANTARA FOTO - Arif Firmansyah
14 September 2021 10:17 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menko Maritim dan Investasi RI Luhut Pandjaitan mengancam menaikkan daerah kabupaten kota PPKM level 2 ke level 3, jika tak mampu memenuhi target vaksinasi Covid-19. Hal itu disampaikan Luhut saat memberi keterangan PPKM Jawa-Bali dilanjutkan 14 hingga 20 September 2021, Senin (13/9/2021) malam.

Menurut dia, cakupan vaksinasi Covid-19 kini menjadi indikator dalam evaluasi penurunan level PPKM dari level 3 ke level 2, dan level 2 ke level 1 di Jawa Bali.

BACA JUGA : Sleman Ubah Strategi Vaksinasi dengan Menyasar Kalurahan

Adapun, indikator tersebut sebagai berikut:

1. Cakupan vaksinasi dosis 1 harus mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 40 persen, sebagai syarat tambahan untuk bisa turun dari level 3 ke level 2.

2. Cakupan vaksinasi dosis 1 harus mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 60 persen sebagai syarat tambahan untuk bisa turun dari level 2 ke level 1.

“Untuk kota-kota yang saat ini berada pada level 2, akan diberikan waktu selama dua pekan untuk dapat mengejar target. Jika tidak bisa dicapai maka akan dinaikkan statusnya ke level 3,” tegas Luhut.

Pencapaian target cakupan vaksinasi, katanya, sangat penting mengingat vaksin sudah terbukti melindungi dari sakit parah yang membutuhkan perawatan di rumah sakit atau kematian terutama untuk para lansia.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Presiden Minta DIY Percepat Vaksinasi

Pada kesmpatan itu, Luhut menyayangkan sebanyak 41 juta dosis vaksin Covid-19 di tingkat provinsi, kabupaten dan kota belum disuntikkan. Padahal, animo masyarakat sangat tinggi untuk vaksinasi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia