22.000 Mahasiswa Bantu Pembelajaran Jarak Jauh Bikin Nadiem Terharu

Tangkapan layar - Menteri Pendidikan dan Kebudyaan Ristek Nadiem Makarim. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
13 September 2021 00:27 WIB Indra Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) mengaku terharu setelah mengetahui ada 22 ribu mahasiswa mengikuti program Kampus Merdeka.

Menurut Nadiem, para mahasiswa tersebut membantu guru-guru di sekolah untuk mengejar ketertinggalan selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Kami mengupayakan program kampus merdeka, dimana teman teman mahasiswa yang mendukung kita memulihkan dari pandemi ini. Ini cukup luar biasa. Saya terharu dengan partisipasi mahasiswa ini bayangkan, 22 ribu mahasiswa,” ujar Nadiem dalam diskusi virtual, Minggu (12/9/2021).

BACA JUGA : Mutu Pembelajaran Jarak Jauh Harus Ditingkatkan

Nadiem juga mengatakan ada 13 ribu mahasiswa peserta program magang dan studi independen dan bersertifikat yang akan melalui kebijakan yang cukup revolusioner.

“Mereka akan belajar di perusahaan-perusahaan atau lembaga yang berafiliasi dengan perusahaan-perusahaan yang akan belajar di luar kolam renang akademinya dan lautan terbukam,” jelas Nadiem.

Lebih lanjut, Nadiem pun menyampaikan bahwa ada 12 ribu peserta yang akan mengikuti program pertukaran mahasiswa dalam dan luar negeri. Nadiem menilai, program tersebut sangat bermanfaat membentuk nasionalisme para mahasiswa.

“Program ini luar biasa untuk mendukung kebhinekaan mereka untuk mengetahui negara mereka seperti apa, bahwa perbedaan itu adalah anugerah yang bukan hanya harus ditoleransi tetapi harus kita rayakan,” pungkas Nadiem.

BACA JUGA : Sekolah Makin Adaptif dengan Pembelajaran Jarak Jauh

Selain itu, Nadiem mendorong agar kampus-kampus yang berada di level 1-3 PPKM untuk segera memberikan opsi pertemuan tatap muka terbatas kepada mahasiswa. Sedangkan untuk PPKM di level 4 masih belajar dari jarak jauh.

“PTM terbatas berbeda dengan kuliah saat pandemi. Banyak hal yang harus ade-adek patuhi. Pertama, protokol kesehatan secara ketat di kampus. Oleh karena itu PTM ini membutuhkan komitmen kalian agar semua dapat sesuai rencana,” ungkapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia