Usai Pesta Miras, Satpam di Bandungan Perkosa Wanita yang Baru Dikenal

Ilustrasi pemerkosaan - Freepik
08 September 2021 17:07 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, UNGARAN—Seorang sekuriti atau satpam di Bandungan, Kabupaten Semarang, memperkosa perempuan yang baru dikenal seusai menggelar pesta minuman keras (miras).

Pemerkosaan terjadi sekitar 22 Juli 2021 lalu. Saat itu, korban berinsial DP, 30, dihubungi teman dekatnya waktu SMP berinisial YK, 32, untuk datang ke Bandungan.

BACA JUGA: 41 Napi Meninggal Dunia akibat Kebakaran Lapas Tangerang, Ini Perinciannya

Sesampainya di lokasi, korban bertemu YK dan dikenalkan dengan pelaku, GVY, yang merupakan rekan korban. Selain YK dan GVY, di lokasi tersebut juga ada rekan pelaku lainnya berinisial ED.

Mereka berempat kemudian menggelar pesta miras di pos satpam tempat pelaku bekerja. Selang beberapa lama, pesta miras itu berlanjut di sebuah vila di Bandungan yang dipesan pelaku.

Di kamar tersebut, pemerkosaan terjadi. Korban yang mengaku tidak sadarkan diri bangun-bangun dalam posisi telanjang. Ia pun melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Semarang.

Kapolres Semarang, AKBP Ari Wibowo, membenarkan adanya dugaan pemerkosaan yang dilakukan seorang satpam di Bandungan itu.

Dari hasil penyelidikan, korban diperkosa oleh pelaku GVY di dalam sebuah kamar di sebuah vila di Bandungan.

“Saat berdua [di dalam kamar], dimanfaatkan pelaku untuk menyetubuhi korban. Lalu korban yang tersadar menanyakan temannya yang ternyata sudah pergi. Korban lalu mengenakan pakaian dan meninggalkan villa,” ujar Kapolres Semarang saat menggelar jumpa pers di Mapolres Semarang, Selasa (7/9/2021).

BACA JUGA: Ayu Ting Ting: Tetangga Enggak Ada yang Berani Sama Bapak Emak Gue

Kapolres Semarang menyebut antara pelaku dan korban sebelumnya tidak saling mengenal. 

Sementara itu, Ketua DPC Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) Kabupaten Semarang, Yohanes Sugiwiyarno, mengaku sudah dihubungi kerabat korban untuk melakukan pendampingan hukum atas kasus tersebut.

“Kami akan damping korban. Tim kami juga sudah melakukan investigas dan mencari bukti-bukti. Keadilan harus ditegakkan,” ujar Yohanes.

 

Sumber : JIBI/Solopos