PPKM Berakhir Hari Ini, Epidemiolog: Waspada, Wabah Gelombang 3 di Luar Jawa-Bali

Petugas menyekat kendaraan di Ngerong, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (5/9/2021). Polres Magetan bersama pemangku kepentingan menyekat tiga lokasi jalur menuju sejumlah objek wisata di wilayah kabupaten yang saat ini menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 tersebut guna pencegahan penularan Covid-19. ANTARA FOTO - Siswowidodo
06 September 2021 12:17 WIB Indra Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, 3, 2 Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali berakhir hari ini, Senin (6/9/2021).

Sepanjang periode PPKM itu (31 AGustus-67 September 2021), tren kasus Covid-19 cenderung menurun.

Perinciannya, berdasarkan catatan Worldometers.info, jumlah kasus positif Virus Corona di Indonesia dalam tujuh hari terakhir hingga Minggu (5/9/ 2021) mencapai 55,189.

Jika dibandingkan dengan total tambahan kasus positif Covid-19 dalam sepekan sebelumnya 94,375 kasus. Artinya dalam sepekan terakhir terjadi penurunan kasus positif Covid-19 di Indonesia sebesar - 42 persen.

BACA JUGA: Siap-Siap! Kartu Prakerja Gelombang 20 Dibuka Pekan Ini

Worldometers juga mencatat jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir 199 per 1 juta penduduk.

Indonesia tercatat sebagai negara ketujuh belas di dunia dalam penambahan jumlah kasus baru pasien positif Covid-19 di dunia.

Selain itu, kasus kematian akibat Covid-19 juga menurun. Pada pekan lalu, jumlah orang yang meninggal 4.239 kasus, pada pekan ini 3.370 orang.

Namun, pasien Covid-19 yang sembuh sepekan ini berkurang. Pekan lalu, Satgas Penanggulangan Covid-19, mencatat ada 137.552 kasus. Sementara pada pekan ini 93.924 kasus

Kemudian, jumlah pemeriksaan orang terkait Covid-19 mengalami kenaikan. Pada periode 25-30 Agustus 2021, warga yang diperiksa berjumlah 657.832 orang. Sedangkan, pada periode 31 Agustus-5 September 2021, jumlah warga yang diperiksa naik menjadi 755.045 orang.

Peziarah melintas di kawasan makam Presiden Soekarno di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (6/9/2021). Peziarah yang berasal dari sejumlah daerah di pulau jawa tersebut terpaksa berdoa di luar pagar makam Presiden Soakrno karena pemda setempat masih belum membuka kawasan wisata religi tersebut untuk kegiatan wisata karena daerah tersebut masih berada pada kawasan PPKM Level 4, . ANTARA FOTO/Irfan Anshori

Dengan demikian, rata-rata orang yang diperiksa per hari pada pekan ini sekitar 125 ribu orang. Pencapaian jumlah pemeriksaan tersebut masih jauh dari target.

Pemerintah menargetkan 215.306 pemeriksaan dalam sehari selama PPKM di Jawa-Bali dan 214.802 target di luar Jawa-Bali.

Adapun, selama tujuh hari berturut-turut angka positivity rate Covid-19 di Indonesia di bawah 10 persen.

Pada Selasa (31/8/2021) positivity rate tercatat 8,07 persen, pada Rabu (1/9/2021) membaik ke posisi 7,71 persen dan Kamis (2/9/2021) 6,95 persen (2/9/2021). 

Kemudian, Jumat (3/9/2021 positivity rate harian 6,08 persen, Sabtu (4/9/2021) turun ke 5,24 persen, dan Minggu (5/9/2021) kembali turun ke 5,15 persen. Alhasil, rata-rata positivity rate turun menjadi 6,53 persen dalam sepekan.

Gelombang 3

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebut, gelombang ketiga Covid-19 masih berpotensi terjadi di Indonesia.

“Masa krisis ini selain belum berakhir untuk Jawa, Bali, Madura karena beranjak ke pedesaan, di luar Jawa sedang meningkat dan belum memasuki masa puncaknya,” ujarnya, Minggu (5/9/2021).

Dia memprediksi, gelombang ketiga Covid-19 terjadi luar Pulau Jawa, Bali, Madura. Terlebih, testing di luar Jawa Bali belum sepenuhnya memadai.

“Untuk dipahami juga penurunan beberapa minggu terakhir tidak bisa dikatakan mewakili Indonesia. Tidak bisa. Ini hanya mewakili Jawa-Bali dan Madura. Beda lagi di luar itu. Karena, selama ini testing 3T-nya (testing, tracing, treatmen) dominan di Jabodetabek,” ujar Dicky.

“Makanya potensi Indonesia mengalami gelombang ketiga itu tidaklah serta merta harus terjadi di Jawa, Bali, Madura tapi di pulau lain, karena Indonesia negara kepulauan,” tukasnya.

Lebih lanjut, Dicky menjelaskan terdapat 11 provinsi yang level penularan di tingkat komunitas ada di level 3. Kemudian, 4 provinsi di level 4 dan 18 provinsi positivity rate di atas 20 persen.

“Itu besar, lebih 50 persen. Ada lima provinsi yang tidak mencapai benchmark WHO yakni 1 orang dites per 1.000 per minggu. Artinya tidak bisa dinilai positivy rate-nya,” ujarnya.

Warga mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 oleh petugas kesehatan (kanan) pada vaksinasi merdeka di halaman masjid raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Senin (6/9/2021). Vaksinasi merdeka yang digelar secara serentak pada 6-7 September 2021 di seluruh Indonesia merupakan program sinergi staf khusus Presiden bersama Kapolri dan Panglima TNI untuk membantu pemerintah memutuskan mata rantai penyebaran serta penularan Covid-19. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra

Saat ini di level nasional, laju insidensi 48 per 100.000, Jawa-Bali 44 per 100.000. Namun, di luar Jawa 55 per 100.000.

Asal tahu saja, laju insidensi merupakan jumlah kasus positif Covid-19 dibagi dengan jumlah penduduk di sebuah tempat.

Selain 3T, Dicky menganggap vaksinasi merupakan sebuah keharusan dan menjadi salah satu kunci dalam menghadapi pandemi Covid-19. Namun, saat ini vaksinasi masih tergolong rendah terutama untuk lansia dan anak-anak.

“Kan yang baru divaksin barus 13 orang per 100 penduduk senasional. Baru DKI saja 56 per 100 penduduk. Harus diingat kelompok rawan seperti lansia itu cakupan vaksinasi masih rendah. Anak usia 12-17 tahun saja belum sampai 10 persen,“ jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah melakukan perpanjangan PPKM berbasis level beberapa kali yaitu pada 21-25 Juli 2021, 26 Juli-2 Agustus 2021, 3-9 Agustus 2021, 10-16 Agustus 2021, 16-23 Agustus 2021, 24-30 Agustus 2021, lalu 31 Agustus sampai 6 September 2021.

Sumber : Bisnis.com