Negara-Negara Ini Berani Gaji Tinggi Ekspatriat

Salah satu kepadatan masyarakat di Kota Tokyo Jepang - JIBI/Bisnis.com/Stefanus Arief Setiaji
04 September 2021 22:37 WIB Amanda Kusumawardhani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Jepang menggeser posisi Inggris sebagai negara yang paling mahal menggaji ekspatriat dengan rata-rata senilai US$405.685 pada tahun ini.

Dilansir dari MyExpatriate Market Pay yang dipublikasikan ECA International, Sabtu (4/9/2021), survei ini memasukkan sejumlah poin yang masuk ke dalam paket gaji yang diterima ekspatriat antara lain gaji pokok dan benefit (akomodasi, sekolah internasional), biaya utilitas, mobil, hingga mobil).

“Kenaikan gaji di Jepang bagi ekspatriat disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar mata uang, dengan yen yang tetap stabil terhadap dolar AS selama beberapa tahun terakhir,” kata Regional Director – Asia at ECA International Lee Quane, dikutip dari CNBC.

Menyusul Jepang, Inggris berada di posisi kedua yang diikuti oleh India, China, dan Hong Kong. Sejumlah negara yang masuk di peringkat 10 besar dengan gaji memukau untuk ekspatriat termasuk Prancis, Swiss, Argentina, dan Taiwan.

Dua negara di Asia yakni Taiwan dan Thailand juga menjadi sorotan dalam survei ini. Taiwan resmi masuk dalam posisi 10 besar negara yang menggaji para ekspatriat cukup tinggi pada tahun ini.

“Biaya untuk mempekerjakan ekspatriat di Taiwan naik US$10.733 pada tahun lalu sejalan dengan semua hal yang berkaitan dengan paket benefit ekspatriat meningkat. Paket yang mengalami kenaikan signifikan adalah benefit, yang naik US$6.500 akibat tingginya pasar properti lokal,” tekannya.

Yang menarik, Taiwan bahkan berhasil menyalip posisi Korea Selatan dan Australia sehingga saat ini negara ini menempati peringkat ke-10 sebagai negara yang paling tinggi menggaji ekspatriat.

Sementara itu, Thailand mengalami penurunan signifikan dimana rata-rata gaji ekspatriat dan benefit turun US$18.000.

Sumber : JIBI/Bisnis.com