Advertisement
OTT Bergantung pada Kecerobohan Koruptor Menggunakan HP
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis )19/11/2020). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Operasi Tangkap Tangan (OTT) sangat bergantung pada kecerobohan calon koruptor dalam menggunakan telepon selulernya.
"OTT ini kita tergantung pada kecerobohan pengguna hp itu, ketika mereka tidak hati-hati menggunakan hp mereka, sehingga kelepasan ngomong, kemudian bisa diikuti dan seterusnya," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata dalam konferensi pers, dikutip Rabu (25/8/2021).
Advertisement
Alex pun menjelaskan penyebab menurunnya OTT dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Alex OTT biasanya berawal dari informasi masyarakat, kemudian dari informasi itu tim KPK menggali informasi tersebut, hingga penyadapan.
Namun, karena pandemi Covid-19, pegawai KPK yang bertugas untuk melakukan penyadapan berkurang. Hal ini lantaran banyaknya pembatasan bekerja di kantor.
"Pegawai di unit yang melaksanakan itu kan bergilir 24 jam, sekali itu bisa kita lakukan sampai ratusan nomor. Tapi sekarang kan tidak mungkin karena paling hanya 10 orang dalam satu sesi kalau dia sampai monitor 50 sampai 60 nomor saja sudah kewalahan. Jadi tidak memungkinkan untuk melakukan penyadapan dalam jumlah nomor yang banyak," papar Alex.
Untuk itu, kata Alex, guna menggencarkan penindakan, KPK mengedepankan metode case building.
Selain itu, kata Alex, para calon koruptor juga sudah mulai belajar untuk berhati-hati dalam menggunakan ponselnya.
"Tidak hanya dengan mengandalkan alat sadap, para calon koruptor mulai belajar dari praktik-praktik sebelumnya, dari persidangan perkara korupsi, sehingga, mereka lebih hati-hati dalam melaksanakan percakapan atau menggunakan hp untuk transaksi, misalnya," papar Alex.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
Agenda Event, Pariwisata, Konser dan Olahraga, 7 Januari 2026
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Mandiri Ekonomi, 306 Keluarga di Kota Jogja Mundur dari PKH
- Buntut Tendangan Kungfu, PS Putra Jaya Pecat Muhammad Hilmi
- PLN UID Jateng dan DIY Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025
- Pemkab Bantul Setop Tambang Ilegal di Bawuran Pleret
- Kantor Diduga Scam di Sleman Tutup Usai Penggerebekan Polisi
- Polisi Kerahkan 1.060 Personel Jaga Aksi Buruh Hari Ini di Jakarta
- Pergerakan Tanah Masih Terjadi di Lokasi Sinkhole Situjua Sumbar
Advertisement
Advertisement



