Kemenkes Minta 10 Provinsi Waspadai Varian Delta dengan Tingkatkan & Testing

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Jojon
20 Agustus 2021 10:57 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Positivity rate dan testing rate menjadi indikator penting dalam menilai status transmisi atau penularan COVID-19. WHO merekomendasikan untuk suatu wilayah mampu melakukan testing minimal 1 orang per 1.000 penduduk setiap pekan untuk mengukur upaya surveilans yang dilakukan.

“Pekan lalu, seluruh provinsi mampu mencapai testing rate yang ditetapkan. Walaupun begitu dengan kapasitas yang ada, sesuai dengan instruksi, kita mampu dan akan terus menargetkan testing mencapai 400.000 tes per hari,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam rilis yang dikirim Bidang Komunikasi Publik KPC-PEN, Kamis (20/8/2021).

BACA JUGA : Cegah Penyebaran Varian Delta, Sleman Belum

Nadia meminta pemerintah daerah di 10 provinsi untuk lebih waspada dan meningkatkan testing dan tracing mengingat dominasi varian delta yang terdeteksi. Beberapa wilayah yang dimaksud adalah Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

“Bagi provinsi atau daerah lain yang belum melaporkan atau belum menemukan varian ini juga untuk tetap waspada. Pemerintah daerah diharapkan aktif meningkatkan upaya testing dan tracing, dan melaporkan kasus-kasus yang masuk kriteria untuk dilakukan pemeriksaan sekuensing ke laboratorium rujukan,”

Ia menambahkan, upaya penemuan kasus dilakukan dengan memprioritaskan populasi yang berisiko tinggi untuk menularkan virus, yaitu pasien dengan kriteria suspek dan kontak erat. Provinsi yang di berada di luar Jawa dan Bali hendaknya meningkatkan kewaspadaan terkait adanya varian baru. Ia berharap setiap wilayah yang berpotensi munculnya kluster-kluster dan penularan aktif segera dilokalisasi.

BACA JUGA : Covid-19 Varian Delta Sudah Menyebar di Kulonprogo

Dia menegaskan, varian delta merupakan varian baru yang saat ini mulai mendominasi pelaporan varian di hampir seluruh negara di dunia. Varian ini harus selalu diwaspadai karena memiliki kemampuan penularan dan potensi gejala dan keparahan yang lebih tinggi.

“Indonesia terus berupaya melakukan kegiatan sekuensing untuk memantau penyebaran varian baru, baik yang berasal dari luar maupun dalam negeri. Per tanggal 18 Agustus 2021, sudah lebih dari 5.000 sekuensing dilakukan dengan 80% hasil adalah varian delta,” katanya.