Advertisement
Kemenkes Minta 10 Provinsi Waspadai Varian Delta dengan Tingkatkan & Testing
Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Jojon
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Positivity rate dan testing rate menjadi indikator penting dalam menilai status transmisi atau penularan COVID-19. WHO merekomendasikan untuk suatu wilayah mampu melakukan testing minimal 1 orang per 1.000 penduduk setiap pekan untuk mengukur upaya surveilans yang dilakukan.
“Pekan lalu, seluruh provinsi mampu mencapai testing rate yang ditetapkan. Walaupun begitu dengan kapasitas yang ada, sesuai dengan instruksi, kita mampu dan akan terus menargetkan testing mencapai 400.000 tes per hari,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam rilis yang dikirim Bidang Komunikasi Publik KPC-PEN, Kamis (20/8/2021).
Advertisement
BACA JUGA : Cegah Penyebaran Varian Delta, Sleman Belum
Nadia meminta pemerintah daerah di 10 provinsi untuk lebih waspada dan meningkatkan testing dan tracing mengingat dominasi varian delta yang terdeteksi. Beberapa wilayah yang dimaksud adalah Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.
“Bagi provinsi atau daerah lain yang belum melaporkan atau belum menemukan varian ini juga untuk tetap waspada. Pemerintah daerah diharapkan aktif meningkatkan upaya testing dan tracing, dan melaporkan kasus-kasus yang masuk kriteria untuk dilakukan pemeriksaan sekuensing ke laboratorium rujukan,”
Ia menambahkan, upaya penemuan kasus dilakukan dengan memprioritaskan populasi yang berisiko tinggi untuk menularkan virus, yaitu pasien dengan kriteria suspek dan kontak erat. Provinsi yang di berada di luar Jawa dan Bali hendaknya meningkatkan kewaspadaan terkait adanya varian baru. Ia berharap setiap wilayah yang berpotensi munculnya kluster-kluster dan penularan aktif segera dilokalisasi.
BACA JUGA : Covid-19 Varian Delta Sudah Menyebar di Kulonprogo
Dia menegaskan, varian delta merupakan varian baru yang saat ini mulai mendominasi pelaporan varian di hampir seluruh negara di dunia. Varian ini harus selalu diwaspadai karena memiliki kemampuan penularan dan potensi gejala dan keparahan yang lebih tinggi.
“Indonesia terus berupaya melakukan kegiatan sekuensing untuk memantau penyebaran varian baru, baik yang berasal dari luar maupun dalam negeri. Per tanggal 18 Agustus 2021, sudah lebih dari 5.000 sekuensing dilakukan dengan 80% hasil adalah varian delta,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
1008 Dipa Menyala, Mahashivaratri Hidupkan Spirit Prambanan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Pelayanan Dukcapil Bantul Selama Ramadan
- Ditutup 18 Februari, Ini Cara Daftar dan Syarat Finalisasi SNBP 2026
- China Larang Setir Yoke Mulai 2027, Tesla hingga Xiaomi Wajib Ikuti
- Pramac Racing Buka Peluang Reuni dengan Jorge Martin di Musim 2027
- Arema FC vs Semen Padang Sore Ini, Duel Sengit Jaga Momentum
- Jennifer Coppen Pilih Diam soal Sindiran The Connel Twins
- Jadwal Operasional BCA, BNI, Mandiri, dan BTN Saat Libur Imlek 2026
Advertisement
Advertisement








